HALAMAN DEPAN CITRA ORGANISASI KARIR BERITA KARYA GALERI LINK KONTAK
 

Berita

Latihan Gabungan TNI
Diklat
Penpas
Komisi I DPR RI
Opini
Duka Cita
Regional
Kegiatan Sosial
Internasional
Diklat Bilateral
Berita Terkini
Berita Media
Amanat
Politik
Prestasi
Berita Operasional
Seremonial
Nasional
Internal
Olah Raga
Ucapan Selamat

Patriot
Pusjarah TNI
Acara TNI
Badan Narkotika

Berita

 
TAMPIL DALAM BERBAGAI OPERASI
14 Jun 2007

    Komando Operasi TNI AU ( Kopsau ) tanggal 15 juni ini genap berusia 56 tahun, perjalanan pengabdiannya kepada bangsa dan negara dalam mewujudkan keutuhan NKRI tidak diragukan, cukup banyak andil Kopsau yang telah diberikan, dalam rangka pelaksanaan tugas TNI AU selaku penegak kedaulatan negara di udara.


    Tercatat dengan tinta emas berbagai operasi yang dilaksanakan seperti Operasi penumpasan pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, PRRI/Permesta, gerakan Andi Aziz di Makassar, Operasi Wisnu untuk menanggulangi gerombolan PGRS/Paraku di Kalimantan Barat, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Operasi Seroja di Timor Timur, Operasi GPK Timika Papua, Operasi Rencong, Operasi Trisula, dan sebagainya.


    Sedang dalam Operasi Bakti, Koopsau telah melaksanakan antara Lain Operasi Maritim, Operasi Pemilu, Operasi Pelita Udara, Operasi Wamena dan Mapenduma, Operasi Wibawa Papera, Operasi Jembatan Udara, operasi pelikan, operasi penanggulangan kelaparan akibat bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri, penanggulangan bencana alam gempa bumi di Alor, Nabire, Nanggroe Aceh Darrusalam dan Sumatra Utara, Pulau Nias, Simeulue, Yogyakarta dan Jateng serta pengangkutan pasukan dan sebagainya.


    Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam setiap kegiatan operasi Koopsau selalu tampil memberi andil untuk melaksanakan tugas pokoknya, adalah menyelenggarakan pembinaan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional satuan-satuan TNI AU dalam jajarannya dan melaksanakan operasi-operasi udara dalam rangka penegakkan kedaulatan negara di udara serta mendukung penegakkan kedaulatan negara di darat dan di laut


    Komando Operasi TNI Angkatan Udara I yang bermarkas di Jakarta membawahi 20 lanud dan komando operasi TNI angkatan udara II bermarkas di makassar membawahi 19 Lanud. Koopsau juga dilengkapi 15 Skadron Udara dengan pesawat bersayap tetap dan helikopter serta 7 Skadron Teknik. Pada tahun 2003 TNI Angkatan Udara diperkuat dengan pesawat sukhoi yang ditempatkan di jajaran Koopsau II.


    Organisasi Koopsau II pada tahun 1985 menggunakan Sistem Direktorat dimana unsur Lanud, Radar, dan Skadron Paskhas Balahanwil dikendalikan oleh Makoopsau II dengan Pangkoopsau pertama adalah Marsda TNI Wardoyo Kusumo. Pada tahun 1997, Sistem Organisasi Koopsau II berubah dari Sistem Direktorat menjadi Sistem Asisten (Wakil Panglima berubah menjadi Kepala Staf ), pada masa ini unsur radar dikembalikan ke Kohanudnas dan unsur Paskhas dikembalikan ke Korpaskhasau.


    Sejalan dinamika organisasi, kekuatan Koopsau II berdasarkan Keputusan Kasau Nomor : Kep/8/ix/2002, tanggal 19 September 2002 tentang penyempurnaan status, kriteria, klasifikasi pangkalan TNI AU serta penentuan Detasemen dan Pos TNI AU, terdiri dari 3 Lanud Induk, 16 Lanud operasi, 4 Detasemen dan 38 Pos TNI AU.


Sejarah Pertumbuhan


Perkembangan Komando Operasi TNI Angkatan Udara ( Koopsau ) sebagai Komando Utama Operasional TNI, tidak terlepas dari sejarah pertumbuhan TNI Angkatan Udara sebagai induknya, serta pertumbuhan TNI pada umumnya yang berkembang dan berubah sesuai perkembangan kebutuhan dan keadaan.


    Dengan ditandatangani perjanjian Konferensi Meja Bundar ( KMB ) tanggal 23 Agustus 1949, TNI AU yang saat itu AURI membentuk 2 Skadron Udara yaitu Skadron 1 berada di Lanud Halim Perdanakusuma dan Skadron 2 di Lanud Husein Sastranegara Bandung. Sedang pembentukan Skadron udara 3 pemburu dengan pesawat P-51 Mustang tanggal 21 Maret 1951, merupakan embrio dari Skadron Tempur di Indonesia.


    Organisasi Koopsau berawal dari Group Operasional ( 21 Maret 1951 sampai dengan 15 Juni 1951), dibentuk berdasarkan Surat Penetapan Kasau Nomor : 2811/ks/1951 yang terdiri dari Kesatuan Skadron 1 (pembom) pesawat B-25,skadron 3 (pemburu) pesawat P-51, Skadron 4 (pengintai) pesawat Auster dan Piper L-4 J serta Skadron 5 ( Angkut Operasional) pesawat C-47 Dakota.


    Group Operasional kemudian berubah menjadi Komando Operasi( 15 Juni 1951 sampai dengan 27 Juni 1954 ), dibentuk berdasarkan Surat Pengumuman Kasau Nomor : 57/23/peng/KS/1951 tanggal 9 Juni 1951. Kekuatan yang dimiliki sama seperti Kekuatan Group Operasional. Pada masa ini ditetapkan Pangkoops pertama yaitu Komodor Udara Roeslan. Bersamaan dengan itu diperkenalkan semboyan Koopsau " Abhi Bhuti Antarikshe " yang mengandung arti " keunggulan di udara"


    Selanjutnya nama Komando Operasi ini mengalami perubahan yaitu komando group komposisi ( 27 Juni 1954 sampai dengan 5 Oktober 1959), dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor : 165/125/pen/KS/54 tanggal 27 Juli 1954. Pada masa ini Komposisi pesawat yang dimiliki TNI AU semakin banyak baik jumlah dan jenisnya. Pada tanggal 20 Pebruari 1956 Kesatuan Pantjar Gas (KPG) diresmikan Kasau dan pesawat Vampire sebagai pesawat jet pertama mulai dioperasikan oleh penerbang tempur TNI AU.


    Perubahan berikutnya menjadi Koopsau (5 Oktober 1959 sampai dengan 21 Juni 1976),dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kasau Nomor: 315/pen/KS/59 tanggal 5 Oktober 1959. Kekuatan yang dimiliki meliputi Wing Operasi 001 Lintas Udara yang berkedudukan di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Wing Operasi 002 berkedudukan di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, wing operasi 003, berkedudukan di Lanud Iswahjudi Madiun, Wing Operasi 004 helikopter, berkedudukan di Lanud Atang Senjaya dan beberapa skadron tempur pemburu jet juga berada dibawah Komando Operasi.


    Dari Koopsau lalu menjadi Komando Paduan Tempur Udara ( 21 Juni 1976 sampai dengan 10 Mei 1985), melalui Keputusan Menhankam/Pangab Nomor : KEP/14/IV/1976 yang membawahi beberapa Wing Operasi yaitu, Wing Operasi 001 Lintas Udara, berkedudukan di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Wing Operasi 002 Taktis berkedudukan di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Wing Operasi 004 Helikopter, berkedudukan di Lanud Atang Senjaya Bogor, Batalyon Kopasgat, melekat/terpadu pada kopatdara dan Satuan Udara Pertanian (Satud Tani) untuk membantu Departemen Pertanian.


    Tahun 1985, seluruh jajaran TNI melaksanakan reorganisasi, termasuk satuan jajaran TNI Angkatan Udara, seperti Kopatdara dan Kodau mengalami perubahan menjadi dua Kotama Operasi yaitu Koopsau I berkedudukan di Jakarta dengan wilayah tugas dan kewenangan di Kawasan Barat Indonesia dan Koopsau II berkedudukan di Makassar dengan wilayah tugas dan kewenangan di Kawasan Timur Indonesia. Hal ini dipertegas dengan Surat Keputusan Panglima ABRI Nomor Skep/256/V/1985, tanggal 10 Mei 1985 tentang pembentukan Koopsau I dan II


Perjuangan dan kegiatan Koopsau merupakan perwujudan dari tekad TNI AU, untuk menjadi Bhayangkari negara dan bangsa yang tanpa pamrih dan tidak mengenal menyerah. Diharapkan generasi penerus Koopsau berusaha memahami, mendalami, dan menghayati peristiwa serta makna yang terkandung. Pada peristiwa HUT Koopsau ke-56 ini dalam meningkatkan tanggung jawab pengabdiannya kepada bangsa dan negara selaku penegak kedaulatan negara di udara.


    Dirgahayu Komando Operasi TNI Angkatan Udara, Abhi Bhuti Antarikshe.

beri komentar | cetak

 

Naskah Ilmiah
Download »
Pendaftaran
PA PK

a.Persyaratan »
b.Daftar kebutuhan »
Pendaftaran
Mahasiswa Beasiswa TNI

Persyaratan »
Pendaftaran Sekbang PSDP TNI
Persyaratan »

Halaman Depan | Citra | Organisasi | Karir | Berita | Karya | Galeri | Link | Kontak

©Copyright 2009. Kerjasama dengan Puspen TNI.
webmaster@tni.mil.id
TNI - AD TNI - AL TNI - AU TENTARA NASIONAL INDONESIA