HALAMAN DEPAN CITRA ORGANISASI KARIR BERITA KARYA GALERI LINK KONTAK
 

Berita

Latihan Gabungan TNI
Diklat
Penpas
Komisi I DPR RI
Opini
Duka Cita
Regional
Kegiatan Sosial
Internasional
Diklat Bilateral
Berita Terkini
Berita Media
Amanat
Politik
Prestasi
Berita Operasional
Seremonial
Nasional
Internal
Olah Raga
Ucapan Selamat

Patriot
Pusjarah TNI
Acara TNI
Badan Narkotika

Berita

 
KAPUSPEN TNI : “KESAKSIAN DECKY MURIB BOHONG”
14 Jan 2003

Kapuspen TNI Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa kesaksian Decky Murib berkaitan dengan peristiwa penembakan di Timika adalah bohong. Penjelasan Kapuspen TNI ini disampaikan dalam wawancara dengan dua orang wartawan salah satu media nasional di Balaiwartawan Cilangkap. Secara lengkap berikut wawancara Kapuspen TNI dengan wartawan tersebut.

Bagaimana sikap TNI dalam kasus penembakan di Timika, yang diduga melibatkan tentara ?
Dalam masalah Timika, kebijakan pemimpin TNI adalah melakukan investigasi sampai tuntas secara obyektif. Bahkan, agar tidak menyimpang, kita mengasumsikan bahwa kita terlibat. Tujuannya, supaya kita tidak punya beban untuk melakukan pembelaan diri dan lain-lain.

Apa hasil tim investigasi TNI yang dikirim ke sana ?
Kami mengirim empat tim investigasi ke sana. Terakhir adalah tim gabungan : dari Mabes TNI dipimpin Pak Hendardji (Wakil Komandan Pusat Polisi Militer TNI), dan dari Mabes Polri dipimpin Pak Indarto (Brigjen Polisi Drs. Indarto, S.H). Sementara tim-tim sebelumnya belum bisa ketemu Decky, tim gabungan ini bisa bertemu dia, juga mendengar keterangan dari beberapa saksi lain. Bahkan mereka juga mendapat laporan-laporan tambahan. Kesimpulannya, seperti disampaikan dalam rapat bidang politik dan keamanan dua pekan silam, ada beberapa hal. Pertama, pelakunya belum ditemukan. Kedua, setelah dilakukan penyelidikan, belum ditemukan bukti keterlibatan TNI. Ketiga, penyelidikan dan penyidikan terus berlangsung. Untuk tugas ini, kepolisian di-back-up TNI, dalam hal ini Polisi Militer. Yang menjadi perhatian Panglima TNI adalah, kalau benar ada tentara yang terlibat, hukum harus dijalankan tanpa melihat siapa dan apa posisinya. Tapi, kalau tidak ada, perlu ada penjelasan yang berdasar fakta-fakta.

Kepada tim investigasi gabungan, apakah keterangan Decky Murib masih sama seperti sebelumnya?
Disitulah yang meyakinkan kami bahwa Decky itu bohong.

Alasannya?
Berkaitan dengan keterangan Decky, kami telah melakukan uji dengar, penembakan, dan uji dokumen. Ternyata dia tidak lulus. Umpamanya, dia mengatakan tinggal di Hotel Serayu di kamar ini (607-Red), tapi setelah dicek dokumennya ternyata tidak ada. Dia juga mengatakan bersama-sama Kapten Margus, tapi setelah dicek dokumennya ternyata orang yang tinggal di kamar tersebut orang lain. Kemudian, ia mengatakan menggunakan mobil nomor sekian (LWP 609-Red), ternyata mobil itu sudah di-serap(diapkir). Selanjutnya, dilakukan uji tembakan. Kan dibilang ia diturunkan di suatu tempat, kemudian ditinggalkan, lalu mendengar tembakan. Ternyata, setelah diuji tembakan, suara tembakan tidak terdengar. Anehnya, kalau ia akan diajak ke lapangan, ia tak mau. Alasannya sakitlah dan sebagainya. Padahal, untuk membuktikan benar atau tidak ceritanya, mestinya dia ikuti saja proses itu. Nah, berdasar hasil sejumlah pengujian itulah kami sampai pada kesimpulan bahwa keterangan Decky itu bohong. Tapi, sekali lagi, ini tidak dikunci atau ditutup. Bisa saja nanti kalau ada novum (bukti baru) dibuka lagi.

Tim gabungan juga mewawancarai anggota militer yang disebut Decky?
Iya. Ada 14 anggota TNI, 3 anggota Polri, dan 66 orang sipil, itu yang diperiksa polisi. Lalu, diperiksa lagi tambahan saksi oleh Mabes TNI, yakni 37 anggota tentara dan 8 orang sipil. TNI-nya dari Kostrad dan Kopassus.

Apakah tiga orang yang disebut Decky, yakni Kapten Margus, Lettu Wawan Suwandi, dan Pratu Jufri Uswanas, membenarkan keterangan Decky?
Enggak. Lain. Ada yang bilang saya di sana, di sana...

Elsham Papua ikut dalam investigasi tim gabungan ini?
Ikut, termasuk ikut uji pendengaran dab segala macam.

Apakah lembaga itu menyatakan persetujuan bahwa Decky berbohong?
Enggak. Maksudnya, adalah kesimpulan kami (yang) meyakinkan (kami) bahwa Decky tidak bicara benar.

Itu berarti Elsham sudah berubah pendapat...
Tidak tahu. Yang jelas, dia melihat kenyataan. Tadinya melihat Decky benar, sekarang tak benar.
[Puspen TNI/Majalah Tempo 19/01/2003]

beri komentar | cetak

 

Naskah Ilmiah
Download »
Pendaftaran
PA PK

a.Persyaratan »
b.Daftar kebutuhan »
Pendaftaran
Mahasiswa Beasiswa TNI

Persyaratan »
Pendaftaran Sekbang PSDP TNI
Persyaratan »

Halaman Depan | Citra | Organisasi | Karir | Berita | Karya | Galeri | Link | Kontak

©Copyright 2009. Kerjasama dengan Puspen TNI.
webmaster@tni.mil.id
TNI - AD TNI - AL TNI - AU TENTARA NASIONAL INDONESIA