PADA UPACARA BENDERA 17-AN TANGGAL 17 SEPTEMBER 2010
Jum`at, 17 September 2010 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 224
Home » Amanat » PADA UPACARA BENDERA 17-AN TANGGAL 17 SEPTEMBER 2010

Assalamu‘alaikum Wr. Wb.

Selamat Pagi, Salam Sejahtera untuk kita semua,

Yang Saya Hormati,

Kasum TNI, Irjen TNI, Dansesko TNI, Koorsahli Panglima TNI, para Asisten Panglima TNI, serta Dankodiklat TNI dan para Kabalakpus TNI,

Para prajurit TNI, Pegawai Negeri Sipil dan peserta upacara Yang Berbahagia,

Mengawali sambutan ini, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan ridho-Nya, pada hari ini kita dapat hadir untuk mengikuti Upacara Bendera, 17 September 2010, dalam keadaan sehat walafiat.

Masih dalam suasana ldul Fitri 1431 H, saya atas nama pribadi dan keluarga serta Panglima TNI menyampaikan Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

Para peserta upacara sekalian,

Hampir dua tahun sembilan bulan masa jabatan saya selaku Panglima TNI, saya telah bersama-sama dengan seluruh prajurit TNI, melewati masa-masa pengabdian yang panjang dan penuh dengan tantangan.

Saya patut bersyukur, karena para prajurit TNI telah melaksanakan tugas dengan baik. Para prajurit telah menunjukkan sikap konsisten dan konsekuen dalam melakukan tugas pengabdiannya dengan tetap mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta berpegang pada identitas dan jati diri sebagai prajurit TNI.

Semua komitmen penugasan yang diembankan oleh negara kepada TNI, secara keseluruhan telah dapat dilakukan dengan optimal.

Kesemuanya itu, tidak terlepas dari peran dan kontribusi dari seluruh jajaran TNI, mulai dari unsur pimpinan pada semua strata sampai dengan para prajurit di lapangan, termasuk Pegawai Negeri Sipil TNI sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas TNI di bidang administrasi pangkalan.

Untuk itu semua, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan rasa hormat, bangga dan terimakasih disertai penghargaan yang tinggi kepada seluruh prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil TNI di manapun bertugas dan berada.

Ucapan yang sama, juga saya sampaikan kepada seluruh keluarga prajurit atas pengertian, pengorbanan dan dorongan moril yang memungkinkan para prajurit TNI dapat melakukan tugasnya dengan baik.

Para peserta upacara sekalian,

Selama masa jabatan saya selaku Panglima TNI sejak awal Januari 2008 sampai dengan sekarang, secara jujur harus diakui, banyak hal yang masih harus disempurnakan walaupun dalam tugas-tugas operasional yang diemban TNI secara umum telah terlaksana dengan baik, berkat kerja keras para prajurit TNI sekalian dengan berbagai keterbatasan yang ada.

Dalam pengembangan TNI menuju organisasi yang modern kita telah berhasil membentuk PMPP untuk menjawab tantangan tugas di luar negeri, Pusjiantra untuk menghasilkan kebijakan TNI yang bernilai strategis, Kodiklat TNI untuk meningkatkan sumber daya Prajurit TNI dalam menyongsong tugas-tugas dimasa yang akan datang.

Dalam tugas pembinaan TNI telah menuju pada pembentukan tentara yang sesuai dengan jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional. Jati diri prajurit TNI inilah yang menjadi sumber kekuatan moral pengabdian prajurit kepada negara dan bangsa. 

Para peserta upacara sekalian,

Upacara bendera kali ini, juga sangat penting dan bermakna khusus bagi saya karena berkenaan dengan rencana serah terima jabatan Panglima TNI yang Insya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Oleh karena itu, saya beserta keluarga mohon doa restu dari seluruh keluarga besar TNI, dalam rangka menyongsong purna tugas sebagai Panglima TNI. 

Sebagai manusia biasa yang tidak sempurna, saya tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan, baik dalam hubungan pribadi ataupun kedinasan.  Untuk itu saya dan keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan dan kehilafan tersebut.

Dalam setiap pergantian pejabat dilingkungan TNI saya selalu menyampaikan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dapat dipertanggungjawabkan baik kepada bangsa dan negara, keluarga serta kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dan seperti juga kehidupan manusia, jabatan  tidaklah abadi, pada masanya kita harus selalu siap mengembalikan amanah tersebut, dengan harapan bahwa kita telah berbuat optimal dan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Pergantian pejabat di lingkungan TNI termasuk pergantian Panglima TNI, merupakan keharusan dan sangat berkaitan dengan dinamika proses kesinambungan pembinaan organisasi secara utuh dan menyeluruh.

Dengan demikian, mekanisme pergantian jabatan Panglima TNI ini, bukan hanya sekedar mekanisme prosedural pergantian personel semata, akan tetapi lebih bermakna substansial sebagai proses kesinambungan pembinaan dalam rangka regenerasi dan kaderisasi kepemimpinan TNI.

Saya berharap pergantian Panglima TNI, juga dapat mendorong semangat pembaharuan dan penyegaran pemikiran sehingga terjadi penajaman visi dan misi ke depan dalam rangka peningkatan peran, fungsi dan tugas pokok TNI, agar mampu menghadapi tantangan perkembangan lingkungan strategis yang berubah demikian cepat dan penuh dengan dinamika.

Para Perwira, Bintara, Tamtama dan segenap Pegawai Negeri Sipil sekalian,

Akhirnya untuk menyongsong dan mengantisipasi berbagai penugasan ke depan, saya sampaikan beberapa pesan dan harapan sebagai berikut:

Pertama, tingkatkan soliditas dan solidaritas sesama prajurit TNI, untuk memperkokoh integritas TNI, sebagai landasan utama dalam memperteguh kemanunggalan TNI-Rakyat, dalam rangka semakin kokoh dan mantapnya persatuan dan kesatuan nasional, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, pelihara dan tingkatkan disiplin, dedikasi dan loyalitas yang tinggi, sebagai prajurit Sapta Marga dan pegawai Panca Prasetia Korpri sejati; sebagai alat dan komponen utama pertahanan negara; demi tetap tegaknya kedaulatan negara dan keutuhan wilayah teritorial nasional serta tetap terjaminnya keselamatan seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia.

Ketiga, pelihara dan tingkatan profesionalitas teknis keprajuritan yang diwujudkan melalui pemantapan pendidikan secara berjenjang dan penyelenggaraan latihan secara bertingkat dan berlanjut.

Keempat, jangan pernah ragu untuk terus berbenah diri ditengah proses demokratisasi bangsa. Jangan pernah membiarkan TNI menjadi alat politik siapapun, yakinlah bahwa hanya dengan itu  TNI  akan  selalu  dihati rakyat.

Keberadaan TNI bersama rakyat adalah kunci kekuatan TNI dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan negara. ingat pesan Jenderal Sudirman ”Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga”. 

Kelima, jaga dan tingkatkan kebersamaan sesama prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil TNI.   Mari kita saling mendoakan agar dapat terus mengabdi dan berkiprah di medan tugas yang lain.        

Demikian amanat saya, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya serta selalu memberikan petunjuk, kekuatan dan perlindungan kepada kita sekalian dalam melanjutkan tugas pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara yang kita cintai bersama.

          Sekian dan terima kasih

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

                               

 

                                 Panglima TNI

 

                                   Djoko Santo                        

                                  Jenderal TNI

Baca "Amanat" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Selasa, 5 Februari 2013
Lambang Mabes TNI Yang Baru
Kamis, 31 Mei 2012
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI