UPACARA PERINGATAN SUMPAH PEMUDA DI MABESAL
Jum`at, 29 Oktober 2010 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 243
Home » Upacara dan Tradisi TNI » UPACARA PERINGATAN SUMPAH PEMUDA DI MABESAL
UPACARA PERINGATAN SUMPAH PEMUDA DI MABESAL

DISPENAL (29/10),- Peringatan ke-82 hari Sumpah Pemuda di lingkungan Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal) diselenggarakan secara sederhana namun hikmat. Segenap Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil yang berdinas di Mabesal memperingatinya melalui kegiatan pacara yang berlangsung di lapangan apel Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (28/10), dan bertindak selaku Inspektur Upacara Kepala Dinas Pengamanan TNI Angkatan Laut (Kadispamal) Laksamana Pertama TNI Ir. Eko Djalmo Asmadi.

Upacara peringatan ke-82 hari Sumpah Pemuda di Mabesal ini diawali dengan penaikan Bendera Merah Putih, pembacaan Pembukaan UUD 1945, pembacaan teks Pancasila oleh Irup yang diikuti oleh seluruh peserta upacara, dilanjutkan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda serta pembacaan amanat Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga oleh Irup.

Dalam amanatnya Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dr. Andi A. Mallarangeng yang dibacakan oleh Irup Laksamana Pertama TNI Ir. Eko Djalmo Asmadi mengajak semua pihak untuk dapat mengarahkan dan menuntun generasi muda Indonesia kearah yang lebih baik. Di sisi lain semua pihak juga harus mengkritisi bahkan menindak tegas manakala sikap kritis dan kreatif anak muda malah berwujud kepada tindakan kekerasan fisik ataupun bentuk-bentuk kekerasan dan anarkis lainnya yang merugikan negara dan bangsa. ”Kita juga mengkritisi sikap kaum muda yang menonjolkan identitas kelompok atau golongan sembari meremehkan atau malah meniadakan jati diri kelompok yang lain,” kata Menpora.

Pada bagian lain amanatnya Menpora mengatakan bahwa anak-anak muda Indonesia memang memerlukan identitas yang jelas dan tegas, serta demokrasi telah pula memberikan keleluasaan bagi generasi muda untuk menentukan arah sesuai keinginannya. “Biarkan jati diri kaum muda tumbuh berbeda-beda seperti saat Kongres Pemuda Kedua tahun 1928 yang pesertanya datang dari bermacam-macam perkumpulan, namun kebhinekaan itu tetap harus dalam kerangka ke-Indonesiaan, yakni Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Menpora.

Baca "Upacara dan Tradisi TNI" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI