NAMA TNI SERING DICATUT
Kamis, 20 April 2006 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 857
Home » Opini » NAMA TNI SERING DICATUT

          Sungguh kasihan TNI, namanya sering dicatut orang. Kalau dipakai untuk kebaikan sih tidak apa-apa. Namun, pencatutan nama TNI biasanya dimanfaatkan orang untuk kepentingannya sendiri. Dan, jelas, nama TNI yang akan tercoreng. Seperti kasus senjata gelap yang melibatkan PT Ataru, rekanan TNI AU.

          Hadianto Djoko Djuliarso, bos PT Ataru, memang keterlaluan. Sudah banyak mengais rezeki di TNI AU masih tega-teganya mencemarkan nama baik TNI AU. Diberi kepercayaan untuk menjadi rekanan pengadaan radar, eh kepercayaan itu malah disalahgunakan. Djuliarso malah pesan senjata macam-macam yang bukan pesanan TNI. Djuliarso justru pesan ratusan rudal dan senjata api.

          Kasus tertangkapnya Djuliarso, rekanan TNI yang berusaha menyelundupkan senjata, patut menjadi pelajaran bagi TNI. Terutama dalam menghadapi para rekanan di lingkungan satuan TNI. Jangan sampai kasus yang sama terulang. Kalau perlu, langsung saja PT Ataru dicoret dari daftar nama rekanan TNI AU. Dan, harus diwaspadai pula kemungkinan-kemungkinan yang akan datang, jangan sampai Djuliarso dkk masuk daftar rekanan TNI meskipun dengan nama perusahaan yang lain.

          Langkah yang dilakukan Sekjen Dephan yang akan melaksanakan screening ulang terhadap semua rekanan, itu perlu dilakukan agar nama TNI tidak dicatut untuk hal-hal yang tidak baik. Namun, bagi kita, masyarakat harus dapat membedakan apakah penyelundupan senjata yang dilakukan oleh Djuliarso dkk itu murni tindakan untuk kepentingan pribadi atau bukan. Jangan gebyah uyah, malah menuduh TNI berada di balik aksi penyelundupan senjata.

          Dalam kasus penyelundupan senjata yang dilakukan Djuliarso dkk, justru pihak TNI sangat dirugikan. Kita harus dapat memilah-milah, siapa yang melakukan kesalahan. Bagaimana, TNI itu adalah milik kita. Tentunya, kita tidak suka bila nama baik penjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah RI dicemarkan di mata internasional, seperti yang dilakukan Djuliarso. ( Sindo, 20/04/2006)

Baca "Opini" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI