TANYA-JAWAB PANGLIMA TNI DENGAN KOMISI I DPR RI
Kamis, 19 September 2002 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 11113
Home » Politik » TANYA-JAWAB PANGLIMA TNI DENGAN KOMISI I DPR RI
YTH. SAUDARA PIMPINAN RAPAT: SAUDARA KETUA KOMISI I DPR RI : SEGENAP ANGGOTA KOMISI I DPR RI YANG SAYA HORMATI;HADIRIN YANG BERBAHAGIA. ASSALAMU’ALAIKUM WR.WR. DAN SALAM SEJAHTERA. TERLEBIH DAHULU MARILAH KITA PANJATKAN PUJI DAN SYUKUR KE HADIRAT TUHAN YANG MAHA ESA, ATAS RAHMAT DAN RIDO-NYA KITA DAPAT BERTEMU PADA RAPAT KERJA INI DALAM KEADAAN SEHAT WAL’AFIAT. SAYA BERSAMA PARA KEPALA STAF ANGKATAN, KASUM PARA PERWIRA STAF MABES TNI DAN MABES ANGKATAN MENYAMPAIKAN RASA HORMAT KAMI KEPADA KETUA BESERTA SEGENAP ANGGOTA KOMISI I ATAS PRAKASA DILAKSANAKANNYA RAPAT DENGAR PENDAPAT INI, YANG KAMI NILAI MERUPAKAN SUATU EVENT SANGAT BERMANFAAT BAIK ITU BAGI KAMI TNI, BAGI PARA WAKIL RAKYAT YANG DIWAKILI OLEH BAPAK-BAPAK DAN IBU-IBU SEKALIAN ANGGOTA KOMISI I DPR RI MAUPUN JUGA SEGENAP MASYARAKAT PADA UMUMNYA YANG TENTUNYA MEMERLUKAN PEMAHAMAN TENTANG GAMBARAN ATAS KONDISI NYATA INI SERTA APA YANG TENGAH DAN YANG AKAN DILAKUKAN TNI SAAT INI MAUPUN YANG AKAN DATANG. PARA ANGGOTA KOMISI I YANG TERHORMAT: SESUAI DENGAN DAFTAR PERTANYAAN TERTULIS YANG TELAH DISAMPAIKAN OLEH KOMISI I DPR RI PADA MABES TNI, PADA KESEMPATAN INI PERKENANKANLAH SAYA UNTUK MENYAMPAIKAN JAWABAN ATAS PERTANYAAN TERTULIS TERSEBUT. I. ANGGARAN PERTANYAAN 1 DALAM MASA PERSIDANGAN IV DPR 2000-2002 YANG LALU PANITIA ANGGARAN DPR-RI TELAH MENYETUJUI PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA TAMBAHAN (ABT) RP.1 TRILIUN BAGI TNI DAN POLRI. HARAP DIJELASKAN RINCIAN RENCANA PENGGUNAAN ABT TERSEBUT. JAWABAN DARI ANGGARAN BELANJA TAMBAHAN YANG TELAH DISETUJUI PANITIA ANGGARAN DPR-RI SEBESAR 1 TRILIUN, DEPHAN DAN TNI MENDAPATKAN ALOKASI SEBESAR RP 650 MILIAR, TERBAGI ATAS RP 626,19 MILIAR UNTUK TNI DAN RP 23,81 MILIAR UNTUK DEPHAN. ANGGARAN SEBESAR ITU PENGGUNAANNYA DIUTAMAKAN UNTUK PEMELIHARAAN ALUTSISTA AGAR DAPAT DIOPERASIONALKAN SESUAI KEBUTUHAN NYATA SAAT INI SERTA PENGADAAN ALAT-PERALATAN YANG JUGA BENAR-BENAR DIPERLUKAN GUNA MENDUKUNG KEBUTUHAN TNI DALAM MENJALANKAN KEWAJIBAN SERTA TUGAS NEGARA. ADAPUN RINCIAN SERTA PENANGGUNG-JAWAB PELAKSANAANNYA DIATUR SEBAGAI BERIKUT : 1. ANGKATAN DARAT DIALOKASIKAN SEBESAR RP. 144,98 MILIAR, UNTUK MELENGKAPI FASILITAS DAN MATERIEL KODAM ISKANDAR MUDA, PENGADAAN KENDARAAN TAKTIS DAN SUKU CADANGNYA, PENGDAAN ALAT KOMUNIKASI TINGKAT REGU, PENGADAAN ALAT PERLENGKAPAN LAPANGAN TEMBAK DI CIPATAT. 2. ANGKATAN LAUT DIALOKASIKAN SEBESAR RP 177,18 MILIAR, DIRENCANAKAN UNTUK PEMELIHARAAN KAPAL-KAPAL JENIS LST, KAPAL PATROLI, PENGADAAN KAPAL JENIS KAL-35 UNTUK PATROLI, MELANGKAPI PERALATAN KOMUNIKASI KAPAL, PEMELIHARAAN PESAWAT UDARA, PENGADAAN SUKU CADANG KENDARAAN TEMPUR, KENDARAAN TAKTIS DAN PERSENJATAAN RINGAN MARINIR, PENGADAAN PERLENGKAPAN PERORANGAN DAN SATUAN LAPANGAN SERTA SARANA/PRASARANA PENDUKUNG KAPAL PATROLI CEPAT (SEA RAIDER). 3. ANGKATAN UDARA SEBESAR RP 173.05 MILIAR DIRENCANAKAN UNTUK PENGADAAN SUKU CADANG HERCULES C-130, SUKU CADANG RADAR DAN AVIONIK, PENGADAAN ALAT KEAMANAN TERBANG, PERALATAN METEO, PERALATAN BANTU NAVIGASI SERTA REHABILITASI FASILITAS DUKUNGAN OPERASI PANGKALAN UDARA. 4. UNTUK BEKAL DAN PERALATAN TERPUSAT DIALOKASIKAN SEBESAR RP 130.98 MILIAR GUNA PENGADAAN MUNISI BERBAGAI KALIBER, MELANGKAPI KEKURANGAN SENJATA RINGAN DAN SUKU CADANGNYA, PERALATAN KOMUNIKASI DUKUNGAN OPERASI TERPUSAT, PERALATAN PERANG ELEKTRONIKA (PERNIKA), PERALATAN KESEHATAN DAN KENDARAAN ANGKUT PASUKAN. PERTANYAAN 2 PRESIDEN RI TELAH MENYAMPAIKAN RANCANGAN ABPN 2003 DAN NOTA PADA RAPAT PARIPURNA I DPR-RI TANGGAL 16 AGUSTUS. HARAP DIJELASKAN RINCIAN RANCANGAN APBN UNTUK TNI, UNTUK TA 2003 TERSEBUT. JAWABAN DALAM RANCANGAN APBN 2003 YANG TELAH DIAJUKAN KEPADA DPR RI. PEMERINTAH MERENCAKANAN ANGGARAN UNTUK TNI SEBESAR RP. 13.096 MILIAR TERDIRI DARI ANGGARAN RUTIN RP 11.536 MILIAR DAN ANGGARAN PEMBANGUNAN RUPIAH MURNI RP 1.560 MILIAR. ANGGARAN RUTIN. PAGU ANGGARAN RUTIN YANG DIRENCANANAKAN SEBESAR 21,4% DARI DAFTAR ISIAN KEGIATAN (DIK) TA 2002 (DIK 2002 RP 9,506 MILIAR). NAMUN HANYA MENCAPAI 66 % DARI DAFTAR USULAN KEGIATAN (DUK) YANG DIAJUKAN TNI SEBESAR RP 17.375 MILIAR. ANGGARAN RUTIN TERSEBUT DIRENCAKAN UNTUK : 1. KENAIKAN GAJI TNI DAN PNS SEBESAR 10 % SESUAI KETETAPAN PEMERINTAH. 2. KENAIKAN UANG LAUK PAUK DARI RP 12.500,- MENJADI RP 15.000,- 3. MENGAKOMODASIKAN KENAIKAN ANGGARAN TERPUSAT (LISTRIK, GAS DAN AIR MINUM SERTA BAHAN BAKAR MINYAK DAN PELUMAS) AKIBAT DARI KENAIKAN HARGA SERTA PENAMBAHAN KEBUTUHAN. 4. KENAIKAN UANG MAKAN OPERASI DAN LATIHAN RUTIN (DARI RP 9.100,- MENJADI RP.11.700,-). 5. MENINGKATKAN BELANJA PEMELIHARAAN DARI RP 703,22 MILIAR PADA DIK 2002 MENJADI RP 965 MILIAR (NAIK 37,3%). KENAIKAN TERSEBUT MASIH JAUH DARI KEBUTUHAN MINIMAL ANGGARAN PEMELIHARAAN ALAT UTAMA SISTEM SENJATA, YAKNI SEBESAR RP 4 TRILIUN. ANGGARAN PEMBANGUNAN. PAGU ANGGARAN PEMBANGUNAN YANG DIRENCAKAN SEBESAR RP 1.560 MILIAR, MENGALAMI KENAIKAN 44 % DARI DIP TA 2002 YANG BESARNYA RP 1,082 MILIAR, NAMUN HANYA MENCAPAI 58,5 % DARI DAFTAR USULAN PROYEK (DUP) YANG DIAJUKAN OLEH TNI SEBESAR RP 2.665 MILIAR. PENGGUNAAN ANGGARAN PEMBANGUNAN INI DIARAHKAN UNTUK : 1. MELANJUTKAN VALIDASI ORGANISASI DILINGKUNGAN TNI, PENYEMPURNAAN DOKTRIN DAN PERANTI LUNAK, PENINGKATAN KINERJA PUSDALOPS DAN LITBANG TNI. 2. PENGISIAN PERSONIL UNTUK MENGGANTIKAN PENYUSUTAN PERSONEL. 3. MEMPERTAHANKAN KESIAPAN OPERASIONAL ALUTSISTA YANG ADA DAN PENGADAAN ALUTSISTA BARU SECARA TERBATAS YANG SANGAT DIPERLUKAN UNTUK PELAKSANAAN TUGAS-TUGAS OPERASIONAL. 4. PENGADAAN KEBUTUHAN ALKOM DAN ALAT PENDUKUNG LAINNYA YANG DIPERLUKAN DI DAERAH RAWAN. 5. MELANJUTKAN PEMBANGUNAN FASILITAS DAN MATERIEL KODAM ISKANDAR MUDA TAHAP-III. 6. MELANJUTKAN RENOVASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) SECARA BERTAHAP. ADAPUN RANCANGAN ALOKASI BANTUAN PROYEK/KREDIT EKSPOR TA 2003 SEBESAR 241,72 JUTA USD, MENGALAMI KENAIKAN 51,1% DARI ALOKASI BANTUAN PROYEK/KREDIT EKSPOR TAHUN ANGGARAN 2002 SEBESAR 160 JUTA USD. RENCANA PENGGUNANNYA DIARAHKAN UNTUK : 1. ANGKATAN DARAT: PENGADAAN HELIKOPTER, KENDARAAN TAKTIS, ALAT ANGKUT AIR, ALAT BERAT ZENI, ALAT KOMUNIKASI, ALAT JIHANDAK, PERLENGKAPAN PERORANGAN DAN SATUAN/LAPANGAN (HELM, GPS, ROMPI ANTI PELURU DAN NIGHT VISION DEVICE) SERTA RETROFIT LANDROVER DAN KENDARAAN TEMPUR AMX-13. 2. ANGKATAN LAUT: REPOWERING/MID LIFE MODERNIZATION KRI JENIS KORVETE, KAPAL CEPAT BERPELURU KENDALI, LANDING SHIP TANK, OVERHAUL KAPAL SELAM, REKONDISI RUDAL EXOCET, PENGADAAN RANTIS, AMUNISI BOFORS, ALKOM KRI, BRIGADE SIMULATOR DAN AIRCRAFT FLIGHT SIMULATOR SERTA BATTERY TERPEDO. 3. ANGKATAN UDARA: PENGADAAN SUKU CADANG DAN OVERHAUL ENGINE F-16,F-5,C-130, B-707, B737, CN-235 DAN MK-53, PENGADAAN GROUND SUPPORT EQUIPTMENT (GSE) POWER, TEST, EQUIPMENT, ALAT KEAMANAN TERBANG, RADAR, TEST AVIONIK-F5, CN-235 MARITIME PATROL AIRCRAFT (MPA) TAHAP II, PENGADAAN LANJUTAN HELIKOPTER SUPER PUMA NAS-332, PERBAIKAN SIMULATOR F-16 DAN DIRECTION FINDER MONITORING AND OBSERVATION MOBILE. 4. PENGADAAN TERPUSAT BERUPA SENJATA DAN MUNISI KALIBER BESAR, ALAT KOMUNIKASI DUKUNGAN OPERASIONAL, PENGEMBANGAN KOMANDO, KENDALI KOMUNIKASI DAN INFORMASI (K31), MELANJUTKAN PEMBANGUNAN KOSEK HANUDNAS 4 DAN PUSAT OLEH YUDHA SESKO TNI. II. AKTUAL. PERTANYAAN 1 HARAP DIJELASKAN KEMAJUAN PELAKSANAAN TUGAS SATUAN-SATUAN TNI DI DAERAH-DAERAH YANG MASIH MENGALAMI GANGGUAN KEAMANAN YAITU DI ACEH, MALUKU UTARA, POSO DAN PAPUA. KENDALA-KENDALA APAKAH YANG DIHADAPI, DAN BAGAIMANA UPAYA-UPAYA UNTUK MENGATASI KENDALA-KENDALA TERSEBUT. JAWABAN BERKAITAN DENGAN PELAKSANAAN TUGAS SATUAN-SATUAN DI DAERAH-DAERAH YANG MASIH MENGALAMI GANGGUAN KEAMANAN YAITU DI ACEH, MALUKU, MALUKU UTARA, POSO DAN PAPUA DAPAT DISAMPAIKAN BAHWA TUGAS SATUAN-SATUAN TNI DI DAERAH TERSEBUT PADA DASARNYA MERUPAKAN TUGAS BANTUAN PADA APARAT KEPOLISIAN MAUPUN PADA PEMERINTAH DAERAH SETEMPAT. KARENANYA MENGANAI HASIL YANG DICAPAI DALAM PENUGSAN TNI DI DAERAH TERSEBUT SECARA OBYEKTIF ANGGOTA DEWAN SEYOGYANYA MENDAPATKANNYA DARI APARAT UTAMA PEMEGANG TANGGUNGJAWAB PEMULIHAN KEAMANAN DI DAERAH MASING-MASING DI ATAS. NAMUN DARI TINJAUAN KE DALAM TUBUH TNI SENDIRI, PELAKSNAAN TUGAS BANTUAN TNI TERSEBUT DAPAT DIJELASKAN SEBAGAI BERIKUT: 1. ACEH. A. PENUGASAN SATUAN TNI DI DAERAH ACEH BERLANDASKAN INPRES NOMOR 1 TAHUN 2002 UNTUK MEMBANTU POLRI DALAM UPAYA PEMULIHAN KEAMANAN DI PROPINSI NAGGROE ACEH DARUSSLAM. GUNA MENGATASI DAN MENANGGUNLANGI GERAKAN SEPARATIS BERSENJATA. B. HASIL-HASIL YANG TELAH DICAPAI. 1) SECARA UMUM DAPAT DIJELASKAN BAHWA SESUAI INPRES NO 1 TAHUN 2000 SEPERTI DISEBUTKAN DIATAS, TUGAS TNI DI DAERAH ACEH ADALAH UNTUK MENANGGULANGI GANGGUAN KEAMANAN DARI KELOMPOK SEPARATIS BERSENJATA, SEMENTARA TUGAS PENEGAKAN HUKUM DAN KETERTIBAN UMUM TETAP DILAKSNAKAN OLEH PIHAK APARAT KEPOLISIAN, DAN UNTUK TUGAS-TUGAS SOSIAL SERTA PEMBANGUNAN DILAKSANAKAN OLEH DEPARTEMEN TERKAIT BERSAMA PEMDA. DALAM PELAKSANAAN TUGAS TERSEBUT, KERJASAMA TNI DENGAN INSTANSI LAIN UTAMANYA DENGAN PENAGGUNG JAWAB TUGAS YAKNI PIHAK KEPOLISIAN SEMAKIN HARI BERJALAN SEMAKIN BAIK DENGAN PEMBAGIAN TUGAS YANG LEBIH JELAS DAN TERARAH. KEKUATAN GAM BERSENJATA DAPAT DIKATAKAN SEMAKIN HARI SEMAKIN MENURUN. SUPPLY DAPAT DIATASI DENGAN PATROLI LAUT YANG KITA INTENSIFKAN TERMASUK PEMBONGKARAN JARING-JARING MEREKA DI DALAM DAN DI LUAR ACEH OLEH APARAT KEPOLISIAN KITA, DISAMPING ITU KERJASAMA DENGAN PIHAK MILITER NEGARA LAIN DALAM MENANGGULANGI PENYELUNDUPAN SENJATA DARI LUAR NEGERI BERJALAN DENGAN BAIK SEPERTI HALNYA TERJADI BEBERAPA KALI PENGGAGALAN OLEH PIHAK MILITER THAILAND. WALAUPUN SECARA UMUM KEKUATAN BERSENJATA MEREKA SEMAKIN BERKURANG, NAMUN AKTIVITAS BERSENJATA GAM BELAKANGAN INI DIAKUI SEMAKIN MENIGKAT YANG DALAM ANALISA KAMI INI ADALAH MERUPAKAN UPAYA GUNA MENDAPATKAN BARGAINING POSITION ATAS RENCANA DIALOG YANG DITAWARKAN PEMERINTAH. UPAYA MAKSIMAL TERUS KITA LAKUKAN DARI MULAI PERSIAPAN PASUKAN, PERENCANAAN YANG LEBIH FOKUS SAMPAI PADA PELAKSANANNYA. NAMUN DEMIKIAN DISADARI BAHWA HASILNYA BELUM OPTIMAL SEPERTI APA YANG KITA HARAPKAN. KINERJA PRAJURIT KITA DISANA DENGAN PENYIAPAN YANG LEBIH BAIK SERTA DUKUNGAN OPERASI YANG LEBIH LANCAR TELAH DAPAT MENINGKAT DAN SEMAKIN HARI SEMAKIN BERTAMBAH BAIK. BELUM OPTIMALNYA PELAKSANAAN TUGAS, LEBIH DISEBABKAN KARENA MASIH TERDAPATNYA BERBAGAI KENDALA YANG HARUS KITA HADAPI BAIK ITU FAKTOR INTERNAL AKIBAT DARI BERBAGAI KETERBATASAN YANG ADA BERUPA PERALATAN UTAMA YANG BELUM TERPENUHI SECARA UTUH, SEPERTI ALAT TRANSPORTASI DARAT MAUPUN UDARA GUNA MENINGKATKAN MOBILITAS PASUKAN, ALAT PENGLIHATAN MALAM (NIGHT VISION DEVICE), ROMPI ANTI PELURU, ALAT KOMUNIKASI SERTA PERSENJATAAN SESUAI KEBUTUHAN, TERMASUK WAKTU ROTASI PASUKAN YANG SEMAKIN PENDEK AKIBAT PADATNYA FREKUENSI PENUGASAN DIBERBAGAI DAERAH SEHINGGA MUNCUL KEJENUHAN DAN KECENDERUNGAN SIKAP RUTINITAS DARI PARA PRAJURIT YANG INI BERPENGARUH SECARA LANGSUNG PADA KEWASPADAAN DAN KEKURANG TELITIAN. SEMENTARA ITU JUGA KENDALA DARI FAKTOR EKSTERNAL SEPERTI SIKAP SEBAHAGIAN MASYARAKAT KITA APAKAH ITU DARI PIHAK LSM, PARA PEJABAT KITA SENDIRI MAUPUN JUGA PIHAK MEDIA YANG CENDERUNG TIDAK MEMPOSISIKAN GAM SEBAGAI KELOMPOK PENGACAU YANG HARUS DIBASMI BAHKAN TERKADANG CENDERUNG MENAMPATKANNYA SEBAGAI PAHLAWAN, YANG INI DIEKSPLOTIASI OLEH GAM DALAM MENDAPATKAN PENGARUH DIKALANGAN MASYARAKAT DI ACEH. 2. MALUKU DAN MALUKU UTARA. A. DENGAN DIBENTUKNYA KOOPSLIHKAM DENGAN TUGAS MENGKOORDINASIKAN APARAT KEMANAN DALAM MEMBANTU PENGUASA DARURAT SIPIL DAERAH, KENDALI OPERASI UNSUR KEAMANAN (TNI DAN POLRI) MENJADI LEBIH TERPADU DAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS MENJADI SEMAKIN MEMBAIK. SEMENTARA FRIKSI ANTAR APARAT KEAMANAN TELAH DAPAT DITEKAN PADA TINGKAT YANG MINIMAL. B. PERMASASALAHAN YANG MASIH ADA YAKNI BELUM OPTIMALNYA PENGUMPULAN SENJATA DARI MASYARAKAT, SEMENTARA HASIL SWEEPING BELUM OPTIMAL KARENA PERALATAN DETEKTOR YANG ADA TIDAK BERFUNGSI OPTIMAL AKIBAT TEKNOLOGI YANG SUDAH USANG SERTA DENGAN JUMLAH YANG SANGAT TERBATAS. MUDAHNYA DIDAPAT BAHAN-BAHAN KIMIA PEMBUAT BOM SERTA SEMAKIN TERLATIHNYA KELOMPOK-KELOMPOK MASYARAKAT DALAM MERAKIT BOM BUATAN INI, AKIBATNYA SUATU PERMASALAHAN KECIL TERKADANG MENJADI MEMBESAR AKIBAT DARI PENGGUNAAN BOM-BOM RAKITAN TERSEBUT DALAM MENYELESAIKAN PERMSALAHAN DAN RASA KETIDAK PUASAN MASYARAKAT. C. HAL-HAL YANG MASIH MEMERLUKAN PERHATIAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT: 1) MASIH ADANYA UPAYA SEKELOMPOK MASYARAKAT YANG INGIN MEMBAWA PERMASALAHAN MALUKU KEDUNIA INTERNASIONAL DENGAN CARA MERUSAK UPAYA DAMAI YANG TENGAH DILAKUKAN YANG INI TERKADANG MENYULUT TERJADINYA KONFLIK BARU. 2) JUMLAH SARANA PENDUKUNG YANG DIPERLUKAN APARAT KEAMANAN BELUM MEMENUHI TUNTUTAN TUGAS DIHADAPKAN DENGAN KONDISI GEOGRAFIS WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA. 3) PEMILIHAN ULANG GUBERNUR MALUKU UTARA DAN PEMELIHAN GUBERNUR MALUKU DALAM WAKTU DEKAT KEDEPAN INI TELAH MENDORONG MENGHANGATNYA KONDISI DI DAERAH KARENA UPAYA DUKUNGAN TERHADAP CALON-CALON MEREKA. 4) PERLUNYA SEGERA PENUNTASAN PROGRAM REHABILITASI FASILITAS UMUM, SARANA DAN PRASARANA SOSIAL SERTA PERUMAHAN PENDUDUK YANG HANCUR AKIBAT KONFLIK. AGAR KERESAHAN DAN KESULITAN HIDUP YANG DIALAMI MASYARAKAT TERATASI SEHINGGA MEREDAM GEJOLAK DI MASYARAKAT. 3.POSO A. SAAT INI PASUKAN TNI TELAH DI TEMPATKAN KEMBALI PADA TITIK-TITIK RAWAN KONFLIK DI POSO. WALAUPUN POTENSI KONFLIK MASIH BESAR NAMUN PENEMPATAN PASUKAN INI TELAH MEMBANTU MENEKAN MELETUSNYA KONFLIK BARU. KONDISI RODA PEMERINTAHAN DAN KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI BERANGSUR-RANGSUR MENGARAH PADA SITUASI NORMAL. B. HAL-HAL YANG MASIH MEMERLUKAN PERHATIAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT; 1) MASIH ADA KELOMPOK-KELOMPOK MASYARAKAT BERSENJATA DAN KELOMPOK-KELOMPOK TERTENTU DIMASYARAKAT YANG TIDAK PUAS DENGAN PERJANJIAN MALINO I. 2) KEDATANGAN KELOMPOK DARI LUAR DAERAH, WALAUPUN TIDAK SECARA LANGSUNG TERLIBAT DALAM PERTIKAIAN TELAH MENIMBULKAN RASA KECURIGAAN YANG TINGGI DARI PIHAK LAINNYA YANG INI MEMICU KETEGANGAN BARU YANG DAPAT MELEDAK SEWAKTU-WAKTU. 3) PERLUNYA UNTUK SEGERA MENUNTASKAN PROGRAM REHABILITASI FASILITAS UMUM, SARANA DAN PRASARANA SOSIAL SERTA PERUMAHAN PENDUDUK YANG HANCUR AKIBAT TERJADINYA KONFLIK. 4. PAPUA A. GANGGUAN-GANGGUAN KEAMANAN BERSENJATA YANG TERJADI SAAT INI LEBIH BERSIFAT SPORADIS YANG DILAKUKAN SEKEDAR UNTUK MENUNJUKKAN EKSISTENSINYA DALAM RANGKA MENUNJANG UPAYA POLITIKNYA KEDUNIA LUAR, SEMENTARA UPAYA POLITIK DI DALAM DAN DI LUAR NEGERI SEMAKIN DIKEDEPANKAN DENGAN DUKUNGAN PIHAK LSM DILUARNEGERI. B. BERKAITAN DENGAN KASUS PENEMBAKAN DI TIMIKA YANG TERJADI BEBERAPA WAKTU YANG LALU, DILANJUTKAN DENGAN PENEMBAKAN-PENEMBAKAN BERIKUTNYA DI DAERAH YANG SAMA. INI MERUPAKAN BAGIAN DARI UPAYA MEREKA UNTUK MENDAPATKAN PERHATIAN INTERNASIOANL. SAAT INI SATUAN TNI DI TIMIKA DAN SEKITARNYA TELAH DIPERKUAT SERTA PENGEJARAN MASIH TERUS DILAKUKAN. SEJAUH INI APARAT BARU BERHASIL MENEMBAK MATI SALAH SATU PELAKUNYA DAN PROSES PENYELIDIKAN MASIH BERLANJUT. KESULITAN YANG DIHADAPI ADALAH MEDAN YANG TERJAL, BERKABUT SERTA LUASNYA MEDAN YANG HARUS DIAMANKAN. KERJASAMA DENGAN PIHAK SECURITY BERJALAN BAIK, DAN PENGAMANAN MOBIL TERUS DITINGKATKAN GUNA MENG-COVER LUASNYA DAERAH PENGAMANAN. C. HAL-HAL YANG MEMERLUKAN PERHATIAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT: 1) SEBAGAIMANA PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DI MALUKU DAN MALUKU UTARA, JUMLAH KEKUATAN DAN SARANAA-SARANA PENDUKUNG YANG DIPERLUKAN APARAT KEAMANAN BELUM MEMENUHI TUNTUTAN TUGAS DIHADAPKAN DENGAN KONDISI GEOGRAFIS WILAYAH PAPUA. 2) PENANGANAN KELOMPOK SEPARATIS BERSENJATA PAPUA DI WILAYAH PERBATASAN MENGALAMI KESULITAN, BEBERAPA BASIS PERLAWANAN MEREKA DIKETAHUI BERADA DI WILAYAH PNG. DISAMPING ITU SATUAN-SATUAN PENGAMANAN PERBATASAN MOBILITASNYA SANGAT TERBATAS KARENA INFRA STRUKTUR YANG BELUM TERBANGUN SERTA KONDISI GEOGRAFIRS YANG SULIT DAN PANJANGNYA DAERAH PERBATASAN. 5. UPAYA-UPAYA YANG DILAKUKAN DALAM MENGATASI KENDALA: A. MENGATASI TERBATASNYA DUKUNGAN ANGGARAN. PEMELIHARA KESIAPAN OPERASIONAL ALUTSISTA DAN SARANA/PRASARANA PENDUKUNG DILAKSANAKAN DENGAN SKALA PRIORITAS DAN PENGADAAN ALUTSISTA DIUTAMAKAN GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN NYATA DISESUAIKAN DENGAN TUNTUTAN TUGAS AAT INI. B. ROTASI PENUGASAN PASUKAN YANG IDEALNYA DILAKSANAKAN SELAMA 6 BULAN TERPAKSA DIPERPANJANG MENJADI 1 TAHUN, AGAR PRAJURIT MEMILIKI WAKTU YANG CUKUP UNTUK MELAKUKAN KONSOLIDASI BERSAMA KELUARGA SERTA CUKUP WAKTU UNTUK PENYIAPAN TUGAS SELANJUTNYA. SEMENTARA UPAYA PENYIAPAN DILAKSANAKAN DENGAN PENEKANAN PADA PENINGKATAN SKILL, DISIPLIN TEMPUR DAN JUGA PEMAHAMAN SERTA KETAATAN PADA HUKUM DAN HAM SERTA PENGETAHUAN AKAN BUDAYA SETEMPAT AGAR PENDEKATAN KULTURAL MENJADI DAPAT LEBIH DIKEDEPANKAN DALAM RANGKA UPAYA TO WIN THE HEART AND THE MIND OF THE PEOPLE AGAR DAPAT LEBIH OPTIMAL. C. PENEKANAN KEPADA SEGENAP UNSUR-UNSUR PIMPINAN DI LAPANGAN UNTUK MENINGKATKAN PENGAWASAN DAN TINDAKAN TEGAS TERHADAP PRAJURIT YANG INDISIPLINER SERTA PENINGKATAN KERJASSAMA DENGAN BERBAGAI INSTITUSI YANG TERKAIT DALAM RANGKA MENGKOORDINASIAN UPAYA-UPAYA PENANGANAN PERMASALAHAN DI DAERAH. PERTANYAAN 2 DALAM PERISTIWA PELEDAKAN MALL CIJANTUNG DI JAKARTA DIPEROLEH INFORMASI TENTANG TERLIBATNYA ANGGOTA TNI. SEPERTI ADANYA TERSANGKA KAPTEN MARYANTO, LETTU FAISAL, PRAJURIT SATU RAMLI. HARAP DIJELASKAN TENTANG ADANYA DUGAAN KETERLIBATAN ANGGOTA TNI TERSEBUT, APAKAH MOTIVASI YANG MELATAR BELAKANGI DAN BAGAIMANA PENGAMANAN YANG DILAKUKAN TERHADAP KEGIATAN-KEGIATAN ANGGOTA TNI AGAR TIDAK TERLIBAT DALAM BERBAGAI TINDAK KRIMINAL. JAWABAN TERHADAP DUGAAN KETERLIBATAN KAPTEN CKM MARYANTO, LETTU CPL FAISAL H.MARDANI ST DAN MANTAN PRATU RAMLI DALAM KASUS PELEDAKAN MALL CIJANTUNG, DAPAT DISAMPAIKAN SEBAGAI BERIKUT : 1. DARI HASIL PEMERIKSAAN TERHADAP KAPTEN CKM MARYONO, DIKETAHUI YANG BERASANGKUTAN TELAH MENJUAL 1 PUCUK SENJATA SS1 DAN 3.000 BUTIR MUNISI KEPADA PELAKU PELEDAKAN MALL CIJANTUNG YANG BERNAMA FAHRIAL HASAN. SENJATA DAN MUNISI TERSEBUT BERASAL DARI LETTU CPL FAISAL H.MARDANI, KEPALA BENGKEL PERSENJATAAN PALDAM III/SILIWANGI. SAAT INI KAPTEN CKM MARYONO DITAHAN DI POMDAM JAYA SEDANGKAN LETTU CPL FAISAL H. MARDANI DITAHAN DI POMDAM III/SILIWANGI BANDUNG. 2. PEMERIKSAAN TERHADAP MANTAN PRATU RAMLI DISERAHKAN SEPENUHNYA PADA POLDA METRO JAYA. KARENA YANG BERSANGKUTAN TELAH BERSTATUS SIPIL SEMENJAK DIBERHENTIKAN PADA TAHUN 1989 KARENA DESERSI. B.MOTIVASI. DARI HASIL PEMERIKSAAN TERHADAP KAPTEN CKM MARYONO DAN LETTU CPL FAISAL DIPEROLEH PENGAKUAN, BAHWA PERBUATAN YANG DILAKUKANNYA LEBIH DIDASARI KEINGINAN UNTUK MEMPEROLEH TAMBAHAN PENGHASILAN. C. PENGAMANAN YANG DILAKUKAN. 1. MENINDAK TEGAS SETIAP ANGGOTA PRAJURIT YANG MELAKUKAN PELANGGARAN SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU. MELAKUKAN PEMECATAN TERHADAP SEJUMLAH PRAJURIT YANG DINILAI TINGKAH-LAKUNYA TIDAK DAPAT LAGI DIPERBAIKI. 2. MENINGKATKAN PENGAWASAN MELEKAT DAN FUNGSIONAL SERTA PENERANGAN PASUKAN DALAM RANGKA PENEGAKAN DISIPLIN DAN KETAATAN TERHADAP KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU. 3. PENINGKATAN TERTIB ADMINISTRASI GUNA KONTROL KETAT ATAS KELUAR MASUKNYA SENJATA, MUNISI SERTA BAHAN PELEDAK TERMASUK PENINGKATAN PENGAMANAN PERSONEL DAN MATERIEL SATUAN. PERTANYAAN 3 SEHUBUNGAN DENGAN DISETUJUINYA ANGGARAN BELANJA TAMBAHAN 2002 UNTUK TNI DAN POLRI SEBESAR RP 1 TRILIUN, MASYARAKAT MENGHARAPKAN ADANYA PENINGKATAN RASA AMAN DI DALAM MASYARAKAT SERTA DAPAT DIKURANGINYA KERUGIAN NEGARA AKIBAT PENYELUNDUPAN-PENYELUNDUPAN (BBM, KAYU,PASIR LAUT, DAN LAIN-LAIN), PENCURIAN KEKAYAAN LAUT DAN LAIN-LAIN. DAPATKAH DIJELASKAN TENTANG UPYA-UPAYA TNI UNTUK MEMENUHI HARAPAN MASYARAKAT TERSEBUT. ? JAWABAN SEBAGAIMANA DISAMPAIKAN SEBELUMNYA, BAHWA DARI ANGGARAN BELANJA TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN KEPADA DEPHAN DAN TNI SEBESAR 650 MILIAR. PENGGUNAANNYA DIUTAMAKAN UNTUK REKONDISIONING ALUTSISTA SERTA PENGADAAN ALAT-PERALATAN YANG BENAR-BENAR DIPERLUKAN UNTUK TUNTUTAN TUGAS TNI SAAT INI, YANG INI MASIH JAUH DARIKEBUTUHAN NYATA TNI DIKAITKAN DENGAN TUGAS PERTAHANAN NEGARA SECARA UMUM. SEBAGAI ILUTRASI UNTUK TNI ANGKATAN LAUT, DIHADAPKAN DENGAN LUASNYA WILAYAH LAUT YURISDIKSI NASIONAL, DIPERLUKAN MINIMAL 132 KRI. SAAT INI TNI ANGKATAN LAUT HANYA MEMILIKI 114 KRI DARI BERBAGAI JENIS. DARI JUMLAH TERSEBUT HANYA 50% YANG DAPAT DIOPERASIKAN DAN TIDAK SATUPUN KRI DALAM KONDISI SIAP TEMPUR. OLEH KARENA ITU MESKIPUN DAPAT DIOPERASIKAN NAMUN KEMAMPUAN PELAKSANAAN TUGAS MENJADI RELATIF TERBATAS. UNTUK MEREKONDISI SATU KAPAL SELAM DIPERLUKAN DUKUNGAN DANA LEBIH KURANG 30 JUTA USD, SATU KRI JENIS CORVET LEBIH KURANG 15 JUTA USD, SATU PSK LEBIH KURANG 10 JUTA USD DAN SATU LST LEBIH KURANG 4 JUTA USD. BELUM LAGI KALAU KITA BERBICARA TENTANG KEBUTUHAN TNI AU DAN TNI AD. KARENANYA MESKIPUN DUKUNGAN ANGGARAN YANG DITERIMA MASIH JAUH DARI KEBUTUHAN SAAT INI, TAMBAHAN ANGGARAN TERSEBUT SANGAT DIRASAKAN MANFAATNYA OLEH JAJARAN TNI. SKALA PRIORITAS MENJADI ACUAN UTAMA DENGAN LEBIH MENEKANKAN PADA PEMENUHAN KEBUTUHAN DIHADAPKAN DENGAN TUNTUTAN TUGAS SAAT INI. KESIAPAN OPERASIONAL SATUAN-SATUAN TNI DITITIK BERATKAN PADA PENINGKATAN KEMAMPUAN DETEKSI, KOMANDO DAN PENGENDALIAN, MOBILITAS SERTA PENAMBAHAN PERLENGKAPAN PERORANGAN DAN SATUAN, REKONDISIONING DAN MERUBAH STATUS KAPAL-KAPAL PERANG TUA YANG TIDAK LAGI LAYAK TEMPUR MENJADI KAPAL-KAPAL PATROLI GUNA EFEKTIFITAS PENEGAKAN KEAMANAN DAN HUKUM DI LAUT TERMASUK DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENYELUNDUPAN, PENCURIAN KEKAYAAN LAUT DAN LAIN-LAIN. PENINGKATAN MOBILITAS PASUKAN DENGAN REKONDISIONING PESAWAT ANGKUT DIBANDING UNTUK REKONDISIONING PESAWAT TEMPUR. PENINGKATAN KESIAPAN ALUTSISTA DAN SARANA/PRASARANA PENDUKUNGNYA SECARA SELEKTIF GUNA OPTIMALISASI PELAKSANAAN TUGAS OPERASI. PERTANYAAN 4 DALAM KUNJUNGAN MENLU AS COLLIN POWEL KE JAKARTA PADA AWAL AGUSUTUS 2002 YANG LALU, AS MENAWARKAN KERJASAMA MILITER TERMASUK PENCABUTAN EMBARGO AS TERHADAP INDONESIA DIBIDANG MILITER, SERTA BANTUAN SEBESAR US$ 50 JUTA. HARAP DIJELASKAN TENTANG REALISASI HAL-HAL TERSEBUT. JAWABAN RENCANA KERJASAMA MILITER ANTARA INDONESIA DENGAN AMERIKA SERIKAT PENCABUTAN EMBARGO AS TERHADAP INDONESIA DI BIDANG MILITER DAN BANTUAN SEBESAR 50 JUTA USD SEBAGAIMANA YANG DISAMPAIKAN MENLU AS COLLIN POWEL PADA SAAT BERKUNJUNG KE JAKARTA, SAAT INI MASIH DALAM TAHAP PEMBAHASAN ANTARA DEPARTEMEN PERTAHANAN RI DENGAN PIHAK AMERIKA SERIKAT DAN BELUM SAMPAI PADA TAHAP REALISASI. PERTANYAAN 5 UNTUK MENGHINDARI DISALAHGUNAKANNYA BAHAN PELEDAK YANG DIMILIKI DILINGKUNGAN TNI, PERLU DILAKUKAN PENGAWASAN SECARA EFEKTIF. BAGAIMANA UPAYA-UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYALAHGUNAAN BAHAN PELEDAK DILINGKUNGAN TNI. JAWABAN UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYALAHGUNAAN BAHAN PELEDAK DILINGKUNGAN TNI DILAKSANAKAN SEBAGAI BERIKUT: 1. DALAM SITUASI RAWAN DEWASA INI, PENGGUNAAN BAHAN PELEDAK UNTUK KEPENTINGAN LATIHAN SEMENTARA DITIADAKAN. 2. PENGGUNAAN UNTUK KEPENTINGAN TUGAS DIDISTRIBUSIKAN SESUAI KEBUTUHAN SATUAN PENGGUNA UNTUK SATU KALI TUGAS. 3. PENGANGKUTAN,PENERIMAAN,PENYIMPANAN DAN PENGGUNAAN BAHAN PELEDAK DILAKUKAN PENCATATAN DAN PENGAWASAN SECARA KETAT. PERLU DISAMPAIKAN BAHWA BAHAN PELEDAK YANG SAAT INI BANYAK DIGUNAKAN OLEH KELOMPOK MASYARAKAT TERTENTU DALAM UPAYA MENGANGGU KEAMANAN LEBIH BANYAK MENGGUNAKAN BOM RAKITAN DENGAN BAHAN PELEDAK BUATAN YANG BAHAN DASARNYA MUDAH DIDAPAT DIPASARAN. PARA ANGGOTA KOMISI I YANG TERHORMAT: DEMIKIANNLAH KAMI SAMPAIKAN JAWABAN ATAS PERTANYAAN TERTULIS YANG TELAH DIAJUKAN KOMISI I DPR RI. SEMOGA JAWABAN TERSEBUT DAPAT MEMENUHI YANG DIMAKSUDKAN DAN APABILA MASIH ADA HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN TNI, KAMI DENGAN SENANG HATI AKAN BERUSAHA MENJAWABNYA.

Baca "Politik" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan
innovasipanglimatni

Video TNI