TNI SEBAGAI TENTARA RAKYAT
Jum`at, 2 Juni 2006 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 1101
Home » Penpas » TNI SEBAGAI TENTARA RAKYAT

PUSPEN TNI - Salah satu jati diri TNI adalah Tentara Rakyat. Secara sederhana makna Tentara Rakyat adalah tentara yang berasal dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. Undang-Undang no.34/2004 tentang TNI menjelaskan bahwa Tentara Rakyat adalah tentara yang berasal dari rakyat bersenjata yang berjuang melawan penjajah untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan pada perang tahun 1945-1949 dengan semboyan "merdeka atau mati".

 

Melalui proses panjang, akhirnya terbentuklah organisasi yang bernama TNI yang para anggotanya juga berasal dari rakyat. Mengingat TNI berasal dari rakyat, maka TNI harus berjuang untuk kepentingan rakyat, dicintai rakyat, dan menjadi milik rakyat.

 

Bagaimana para prajurit TNI bisa menjadi tentara rakyat ? Hal ini sudah ada pedomannya yakni di dalam Delapan Wajib TNI. Pertama, bersikap ramah tamah terhadap rakyat. Kedua, bersikap sopan santun terhadap rakyat. Ketiga, menjunjung tinggi kehormatan wanita. Keempat, menjaga kehormatan diri di muka umum. Kelima, senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaannya. Keenam, tidak sekali-kali merugikan rakyat. Ketujuh, tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat. Kedelapan, menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

 

Inilah sebenarnya esensi dan makna tentara rakyat. Bila Delapan Wajib TNI ini bisa dilaksanakan, maka di situlah sebenarnya TNI membuktikan diri sebagai tentara rakyat. Bagaimana cara mewujudkan ke delapan wajib TNI itu sehingga TNI bisa disebut sebagai tentara rakyat ? Hal ini tidaklah sulit, yaitu dengan cara setiap prajurit TNI taat kepada aturan, taat asas, disiplin, tidak arogan, tidak merasa super, tidak merasa paling berkuasa, tidak sok jago, tidak emosional, dan tentu saja harus sabar. Tentara rakyat akan selalu ingat bahwa dirinya berasal dari rakyat sehingga ia harus berbuat baik kepada rakyat, mengerti keadaan rakyat, membantu kesulitan rakyat, dan tentu sabar terhadap rakyat.

 

Tidak bisa dipungkiri di era dekokrasi saat ini terdapat sementara warga masyarakat yang sering keliru memaknai demokrasi sebagai kebebasan tanpa batas. Akibatnya sebagaian warga masyarakat merasa bebas untuk berbuat sekehendak hatinya atau berbuat tanpa aturan. Manyikapi hal ini setiap prajurit TNI harus bisa bersikap sabar, selalu ingat dan taat kepada aturan. Dengan sikap sabar, tidak emosional, taat aturan, dan mau mendudukkan diri sebagai tentara rakyat, maka TNI akan terhindar dari permasalahan yang tidak diinginkan. TNI tidak perlu banyak bicara untuk memperoleh pengkuan sebagai tentara rakyat. Dengan perbuatan dan contoh yang baik dari setiap prajurit TNI, apapun pangkat dan kedudukannya, akan menjadi catatan tersendiri di hati rakyat. Ingat, Tentara Rakyat harus dicintai oleh rakyat dan benar-benar diakui sebagai milik rakyat.

 

Demikian Penpas ini disampaikan untuk dipahami oleh seluruh TNI

Baca "Penpas" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Kamis, 10 Juli 2014
Pengumuman Lelang Pusdalops TNI
Selasa, 5 Februari 2013
Lambang Mabes TNI Yang Baru
Kamis, 31 Mei 2012
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI