TNI SEBAGAI TENTARA PEJUANG
Jum`at, 2 Juni 2006 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 1587
Home » Penpas » TNI SEBAGAI TENTARA PEJUANG

PUSPEN TNI (2/6) -  TNI adalah Tentara Pejuang. Sejak dahulu kita mengenal ungkapan ini. Apa maknanya ? Dalam penjelasan UU No. 34/2004 tentang TNI disebutkan bahwa TNI dalam melaksanakan tugasnya berjuang menegakkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara moral, berjuang memiliki makna tidak mengenal menyerah terhadap setiap tantangan tugas yang dilaksanakan.

Sikap TNI sebagai pejuang juga tercantum dalam marga kedua Sapta Marga yang menyatakan "Kami Patriot Indonesia, pendukung serta pembela Ideologi Negara yang bertanggungjawab dan tidak mengenal menyerah". Mengacu kepada kode etik ini, kita semakin memahami bahwa TNI memiliki peranan mulia di negara ini yakni sebagai pejuang. Konsekuensinya setiap prajurit TNI dituntut mampu memposisikan diri sebagai seorang pejuang.

Apa yang disebut pejuang itu ? Pejuang adalah orang atau kumpulan orang-orang yang berjuang. Orang akan disebut pejuang bila ia mampu menyelamatkan negara atau rakyat banyak dari kekacauan, kesulitan, kekurangan, atau dari suatu kondisi yang sangat sulit sehingga mengancam kehidupannya. Pejuang juga berdekatan dengan pengabdi, yakni orang yang mengabdi, melayani dengan setia, atau orang yang berbhakti kepada sesuatu, seseorang, lembaga, ataupun suatu negara.

Dan TNI adalah pengabdian kepada negara. Oleh karena itu TNI juga melayani dengan setia kepada negaranya. Kata mengabdi memiliki makna bekerja tanpa mengharapkan imbalan apaun bentuknya, dan tanpa memiliki pamrih dalam setiap karya pengabdiannya kepada negara. inilah makna sebenarnya seorang pejuang atau seorang pengabdi kepada negara. Misalnya, apabila suatu ketika negara membutuhkan jiwa dan raganya, maka sebagai abdi negara harus setia, tunduk, dan patuh kepada perintah Negara. Sebab semua pengabdian TNI ditujukan demi kehormatan dan keselamatan negara. Prajurit TNI tidak boleh protes, tidak boleh demo, tidak boleh ngambek, dan tidak boleh berdalih manakala negara memerlukan pengabdiannya. Apabila prajurit TNI ingkar kepada perintah negara, maka saat itu pula hilanglah jatidiri sebagai pejuang.

Begitu pula ungkapan makna Pejuang tidak mengenal menyerah. Implementasinya, TNI juga tidak boleh menyerah di saat menjalankan tugas. Misalnya, menyerah kepada tidak ada dukungan, menyerah kepada tidak ada peralatan, menyerah karena tidak ada dana, menyerah kepada menghadapi kesulitan, atau bahkan menyerah karena justru memperoleh imbalan kenikmatan, fasilitas, uang, jabatan dan kedudukan. Ingat, bahwa pejuang tak ada kata menyerah. seorang pejuang hanya menyerah ketika sudah meregang nyawa karena dilandasi oleh rasa cinta kepada tanah air dan negaranya.

Baca "Penpas" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI