Kasal : Pembinaan Potensi Maritim Perlu Peran Serta Kementerian Atau Instansi Terkait
Selasa, 10 Mei 2011 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 651
Home » Internal » Kasal : Pembinaan Potensi Maritim Perlu Peran Serta Kementerian Atau Instansi Terkait
Kasal : Pembinaan Potensi Maritim Perlu Peran Serta Kementerian Atau Instansi Terkait

DISPENAL (10/5),- Menyadari akan kewenangan dan kemampuan yang dimiliki TNI AL, serta kompleksitas permasalahan pembinaan potensi maritim yang harus dilaksanakan secara lintas sektoral, maka TNI AL perlu membina kemitraan, dengan merangkul serta mendorong kementerian atau instansi terkait, untuk ikut berperan serta secara aktif dalam melaksanakan pembinaan potensi maritim melalui berbagai upaya memanfaatkan potensi maritim.

Demikian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, Senin (9/5), dihadapan sekitar 170 peserta saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla) tahun 2011 yang dilaksanakan di Auditorium Denma Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh para Pejabat Teras Mabesal, Kasatker di lingkungan Mabesal, para Pangkotama TNI AL, seluruh Komandan Lantamal dan Komandan Lanal, serta Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim di lingkungan TNI AL.

Dijelaskan olah Kasal, upaya pemanfaatan potensi maritim tersebut antara lain menumbuhkan kepekaan terhadap segala aspek kemaritiman serta lingkungan hidup wilayah laut, pantai dan pesisir, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam laut guna menciptakan kondisi yang kondusif bagi investasi dan usaha sektor kelautan.

“Kegiatan Dawilhanla telah diamanahkan pada pasal 9 huruf (e) undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, yang menyatakan bahwa TNI AL bertugas melaksanakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut. Selama ini, amanah tersebut diemban oleh Dinas Pembinaan Potensi Maritim TNI AL (Dispotmar) melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung penyelenggaraan pertahanan negara di laut,” jelas Kasal. Menurutnya kegiatan tersebut antara lain diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan potensi nasional menjadi kekuatan maritim, pembinaan teritorial matra laut, pembinaan kepramukaan khususnya Pramuka Saka Bahari dan Operasi Bakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya yang mengedapankan operasi bhakti kesehatan, penyuluhan, kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat pesisiryang dilaksanakansecara mandiri maupun bersama-sama instansi terkait lainnya, pemberdayaan industri jasa maritim, dll yang secara keseluruhan kegiatan tersebut ditujukan untuk menyiapkan komponen cadangan dan komponen pendukung guna pelaksanaan tugas dan fungsi komponen utama pertahanan yakni TNI.

TNI AL menyadari, lanjut Kasal, agar program yang telah disusun sesuai amanah UU tersebut dapat dilaksanakan secara terpadu, bertahap dan berkelanjutan serta lebih komprehensif, maka perlu adanya kerja sama dengan segenap Kementerian/Instansi terkait, baik Pemerintah maupun swasta dalam rangka membentuk kekuatan pengganda berupa Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam/Buatan (SDA/B), sarana dan prasarana maritim serta fasilitas pendukung yang diperlukan, secara keseluruhan ditujukan untuk mendukung penyelenggaraan sistem pertahanan negara di laut.

Sementara itu Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim Angkatan Laut (Kadispotmar) Laksamana Pertama TNI Kingkin Suroso mengungkapkan bahwa Rakor Dawilhanla tahun 2011 merupakan Rakor yang pertama kali digelar TNI AL. Rakor yang dilaksanakan selama sehari ini dimaksudkan untuk mewadahi aspirasi dan inspirasi peserta melalui masukan/ide yang cemerlang serta strategis, mencari solusi pemecahan masalah, khususnya terkait aspek pembinaan potensi dan pemberdayaan wilayah pertahanan laut, guna memanfaatkan dan memberdayakan segenap potensi maritim yang dimiliki oleh bangsa demi mendukung pelaksanaan pembangunan negara termasuk mendukung penyelenggaraan pertahanan negara di laut.

Oleh karenanya, ujar Pati bintang satu tersebut, perlu didiskusikan tentang wacana penyusunan kebijakan, undang-undang atau peraturan dalam rangka pengembangan, pemanfaatan dan pemberdayaan potensi maritim seperti perikanan, pertambangan dan energi, perhubungan laut, industri jasa maritim, pariwisata bahari, masyarakat maritim dan desa pesisir, yang sinergis satu dengan lainnya, karena secara keseluruhan, adanya kebijakan atau peraturan tersebut dapat meningkatkan peran berbagai bidang terkait sehingga dapat lebih mendukung pembangunan perekonomian negara, meningkatkan peran armada niaga dan armada perikanan nasional, serta meningkatkan sumber daya manusia yang menguasai iptek kelautan secara profesional baik kuantitas maupun kualitas.

Dalam Rakor Dawilhanla tahun 2011 ini, dihadirkan para pemapar/narasumber antara lain : Sekretaris Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Laksma TNI Ir. Leonardi, Deputi I Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Laksma TNI TH. Soesetyo, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha, Ditjen KP3K Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. Ferrianto HS Djais, M. M.A, Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Lukman Sofyan, serta Asops Kasal Laksda TNI Slamet Yulistiono.

Rakor mengambil tema “Peningkatan Peran Pembinaan Potensi Maritim melalui Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut guna Memperkuat Pertahanan Negara “. Melalui tema tersebut, TNI AL berharap dapat lebih menggali potensi maritim yang dimiliki agar dapat dijadikan sebagai kekuatan pengganda guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas pertahanan negara di laut, sehingga visi dalam mewujudkan TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani akan benar-benar dapat tercapai.

Baca "Internal" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Selasa, 5 Februari 2013
Lambang Mabes TNI Yang Baru
Kamis, 31 Mei 2012
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI