TNI DAN TUGAS PERDAMAIAN DUNIA
Senin, 11 September 2006 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 1128
Home » Opini » TNI DAN TUGAS PERDAMAIAN DUNIA

Sebagai prajurit, melaksanakan tugas apapun perintah dan medan laganya, bila sudah ditetapkan oleh pimpinan untuk terjun, maka sudah pasti prajurit TNI akan segera melaksanakan setiap perintah yang menjadi beban tugasnya. Demikian halnya dengan polemik yang berkembang saat ini, apakah TNI harus diterjunkan untuk membantu misi perdamaian di Lebanon, atau TNI tidak perlu berangkat kesana. Yang jelas saat ini TNI sudah siap dan sedang melaksanakan latihan gabungan pratugas. Latihan yang melibatkan personel dari ketiga angkatan TNI ini berlangsung selama dua minggu dan dilaksanakan di Markas Divisi I Kostrad, Cilodong, Depok.

          Tanpa menghiraukan argumen dari pihak Israel yang merasa keberatan jika dalam pasukan perdamaian tersebut, tidak berasal negara yang mempunyai hubungan dengan Tel Aviv. Beberapa negara tetap menginginkan Indonesia masuk dalam pasukan perdamaian PBB ke Lebanon. Apapun putusannya nanti, yang jelas TNI tetap siap bila sewaktu-waktu pemerintah atas mandat PBB memerintahkan untuk segera memberangkatkan TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.

          Bagi TNI sendiri, menjalankan misi perdamaian dunia amat membanggakan, dan sudah pasti menjadikan pengalaman baru yang sangat berharga baik bagi prajurit itu sendiri, maupun dalam menghadapi tugas-tugas TNI di masa yang akan datang. Sinyal akan keberangkatan pasukan TNI dalam pasukan perdamaian PBB ke Lebanon sudah mulai tampak. Konsultasi yang diselenggarakan di Departemen Pasukan Perdamaian PBB di New York membahas implementasi resolusi DK PBB 1701, termasuk petunjuk pelaksanaan tentara UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), di mana keputusan pengiriman tentara Indonesia ke UNIFIL masih menunggu hasilnya, namun tentara Indonesia sejak awal diperhitungkan sebagai pasukan yang akan digelar pada tahap pertama dengan jumlah pasukan sekitar 3.000 hingga 3.500 tentara UNIFIL, yang kesemuanya diperkirakan akan berjumlah 15.000 pesonel UNIFIL dari beberapa negara.

          Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, sebaiknya ikut aktif dalam misi perdamaian di Lebanon, untuk itu TNI sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan yang sudah terlatih dan mempunyai dedikasi yang tinggi, harus ikut aktif membantu saudara-saudara muslim yang saat ini memang sedang membutuhkan bantuan. Alangkah lebih baik TNI yang harus diterjunkan ke Lebanon dari pada rakyat sipil kita yang hanya karena solidaritas ingin ke Lebanon, tetapi tidak mempunyai kemampuan pertahanan dan keamanan, seperti yang dimiliki oleh TNI. Untuk itu demi mengurangi kekecewaan berbagai kalangan yang ingin membantu namun tidak tersalurkan, maka keberangkatan TNI kita untuk menjadi pasukan perdamaian di Lebanon dapat mengobati luka dan kesedihan melihat saudara-saudara muslim menjadi korban.

          Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sudah dua kali ditelepon oleh PM Lebanon Fuad Siniora agar Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian di Lebanon, dan telepon yang sama juga diterima Presiden SBY dari Presiden Perancis Jacques Chirac. Posisi Indonesia jelas, harus di bawah PBB. Dan tugas utamanya adalah mengawasi gencatan senjata bukan melucuti senjata Hizbullah, jadi tetap tujuan utamanya adalah pemeliharaan perdamaian.

          Dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah diterima, apalagi permasalahan teknis terkait mandat dan anggaran akan dibahas lebih lanjut. Selanjutnya DPR sudah memberikan keputusannya dan sepakat memberikan dukungan kepada pemerintah untuk segera mengirim pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Rasanya tidak perlu berlama-lama lagi membantu saudara-saudara kita di Palestina dan Lebanon. Begitu mandat dari PBB keluar maka segeralah diberangkatkan pasukan TNI kita dalam misi kemanusiaan dan misi perdamaian. (Pelita, 11/9)

Baca "Opini" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Selasa, 9 September 2014
Rangkaian Kegiatan HUT ke-69 TNI Tahun 2014
Selasa, 9 September 2014
Tema dan Logo HUT ke-69 TNI Tahun 2014
Selasa, 5 Februari 2013
Lambang Mabes TNI Yang Baru
Kamis, 31 Mei 2012
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan
innovasipanglimatni

Video TNI