TMMD Dan Nilai Manfaatnya
Rabu, 8 November 2006 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 1643
Home » Opini » TMMD Dan Nilai Manfaatnya

Tepat  awal bulan Sepember lalu, secara serentak diseluruh wilayah Jawa Tengah dan DIY program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahap II telah resmi ditutup. Program TMMD yang secara fisik melakukan  pengerjaan sasaran proyek yang diprioritaskan pada peningkatan prasarana wilayah berupa infrastruktur, fasilitas umum dan sosial yang menyentuh langsung pada kehidupan masyarakat.

          Sebuah pertanyaan penting untuk dikemukakan, masihkan TMMD punya nilai manfaat disaat negara ini sudah memasuki era baru yang dinamakan reformasi dalam membangun hubungan komunikasi yang sehat antara rakyat dengan TNI?

          Potret buram tentang masih adanya kondisi wilayah yang secara ideal belum tersentuh pembangunan dalam memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya secara keseluruhan,  merupakan salah satu cermin kegagalan negara dalam melakukan pemerataan pembangunan.

          Argumentasi penyebab kegagalan itu, tentu banyak sebab yang bisa dicari, namun adalah kurang pas kalau hanya malah saling tuding menuding, dengan prasangka positif dapat dikatakan bahwa negara dalam satu sisi memang banyak mengalami keterbatasan baik dari segi pembiayaan pembangunan maupun alat peralatan yang minim.

          Dalam mengejar sebuah ketertinggalan itu, tentu butuh kesadaran dan partisipasi semua komponen bangsa untuk saling bahu membahu membantu tugas negara dan pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.

          TNI sebagai bagian dari elemen bangsa yang mempunyai fungsi khusus sebagai alat pertahanan dalam Undang-Undang no. 34 tahun 2005 tentang TNI, menyebutkan dua pola operasi  pokok TNI, yakni operasi perang dan operasi selain perang yang terbagi dalam beberapa bentuk kegiatan.

          Keterlibatan TNI dalam bentuk partisipasi aktif terhadap sensifitas persoalan masyarakat yang dikemas dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) dan lain sebagainya secara hukum memang telah dipayungi, namun lebih dari itu sebenarnya TNI tidak boleh tinggal diam terhadap persoalan masyarakat padahal dengan segenap kemampuan yang dipunyai, TNI bisa memberikan kontribusi positif dalam membantu persoalan masyarakat.

          Bagaimanapun TNI tidak boleh mengingkari proses kelahirannya yang lahir dari rakyat dan dibesarkan oleh rakyat, artinya apa yang dilakukan TNI harus berorentasi kepada kepentingan rakyat. Dalam visi dan misi TNI keprofesionalan TNI dalam melakukan tugas pokoknya harus terbangun spirit untuk dicintai dan mencintai rakyatnya.

          Menjawab pertanyaan yang dikemukakan diawal tulisan, sepanjang  kami ketahui berdasarkan berbagai informasi yang dihimpun oleh Staff Territorial Kodam IV/Diponegoro baik melalui internal TNI atau pemantauan lewat media cetak dan elektronik, termasuk proses interaksi yang kami lakukan, sampai saat ini belum ada satupun kesan negatif  terhadap digelarnya TMMD.

          Kekhawatiran memang sempat terlintas, semenjak adanya wacana tuntutan teritorial TNI digugat oleh sebagian elemen masyarakat pasca lahirnya reformasi 1998, beragam kegiatan bidang territorial yang telah dirancang dan direncanakan tentu akan terganggu, namun itu tidak sampai terjadi sampai saat ini.

          Terkait dengan kegiatan TMMD hingga kini, kami bisa memberi gambaran bahwa, TMMD masih dapat dijadikan bentuk pola komunikasi yang sehat dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sudah beragam bentuk proyek yang telah dilakukan TNI, bahkan yang mengembirakan, ungkapan terima kasih dan permintaan dari warga agar wilayahnya dijadikan sasaran proyek TMMD terus bertambah tiap waktu.

          Walaupun ini belum bisa dijadikan indikator sepenuhnya, terhadap keberhasilan kegiatan territorial TNI, sebenarnya ini sudah memberi gambaran, TMMD tidak memunculkan  persinggungan yang merugikan bagi rakyat dan TNI yang oleh sebagian kalangan yang antipati dengan TNI, seolah-olah dianggap sebagai upaya politisasi masyarakat untuk kepentingan tertentu.

          Kalau misalnya memang ada, tentu secara fair dikatakan ini tidak lepas dari situasi dan kondisi yang berkembang saat itu, namun sejalan dengan proses perjalanan bangsa, TNI tentu dapat memahami kekuatiran rakyat dan dapat mengambil hikmah. Sejalan dengan itu, TNI pun melakukan reformasi internal dan saat ini TNI sudah punya payung hukum mengatur tentang dirinya yakni UU nomor 34 tahun 2005, kemudian dapat dikatakan TMMD adalah bagian dari fungsi TNI dalam tugas operasi selain perang.

Informasi Media tentang TMMD

          Dalam konteks ini tentu lebih fair kami kemukakan beberapa informasi yang kami monitor dari media surat kabar daerah bagaimana sikap objektif warga terhadap apa yang dilakukan TNI :

1.       Berita Harian Solo Pos  (9/9)

          Warto Miharjo (67), tidak menyangka dirinya menjadi satu dari tiga warga yang menerima bantuan pembagunan rumah dalam program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) II di Desa Malangan, Tulung Klaten. Lelaki yang tinggal bersama istrinya Darmi (50), ini merasa senang dan terharu akhirnya dapat mewujudkan cita-cita memiliki rumah berdinding tembok. “ …Rasanya senang sekali, karena selama ini saya hanya tinggal dirumah ghedek?, ujar Warto sambil mengelus dada.

 2.      Berita  Harian Sore Wawasan, 4/9)

          Nilai tambah dengan adanya kegiatan TMMD tahap II yaitu jika program-program proyek tersebut dilaksanakan oleh pemborong dikalkulasi mencapai Rp. 238 juta, sedang melalui operasi TMMD II Rp.163 juta sehingga operasi TMMD tahap II mempunyai nilai tambah sebesar Rp. 163 juta. Manfaat TMMD meningkatkan sarana transportsai, memperlancar arus perekonomian desa, mempercepat pembagunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (TMMD II di Desa Surajaya Kecamatan/Kabupaten Pemalang)

3.       Berita Suara Merdeka (10/9)

          “….Camat Poncowarno, Dra. Siti Alfiah Anggraini mengaku lega dengan adanya TMMD. Hubungan Poncowarno dengan Kotowinangun akan semakin lancar dan diharapkan nanti ada jalur angkudes yang melayani masyarakat di pedesaan untuk bepergian ke kota Kebumen….? (TMMD II di Desa Pesalakan Kotawinangun wilayah Kodim 0709/Kebumen).

4.       Cerita menarik

          Sebuah berita menarik, mungkin perlu untuk diulas, tak jarang  prajurit selama TMMD berlangsung ternyata malah mendapatkan berkah dengan menemukan tambatan hatinya dan sampai akhirnya  mempersunting gadis desa tersebut. (Berita tentang ini selalu ada pada setiap TMMD, namun sayang staf Binter tidak tidak punya data, biasanya hanya dari mulut ke mulut). Artinya kalau ini bisa juga dilihat sebagai indikator, maka proses sosial komunikasi TNI dan rakyat secara alami berjalan dengan baik, mustahil kalau tidak terbangun suasana yang baik beberapa prajurit, pada akhirnya menemukan jodoh dilokasi TMMD, dampak lainnya tentu hubungan tidak terhenti seiring dengan berakhirnya TMMD diwilayah tersebut, buktinya ada prajurit yang mesti harus melawat kesana.

Manfaat itu tetap ada

          Apa dan bagaimana nilai manfaat dari TMMD itu sendiri, dari beberapa fakta lapangan yang telah kita tangkap, sebenarnya telah memberi gambaran TMMD sampai saat ini masih memberikan nilai manfaat, niat baik dari awal ini tentu bagi TNI ini bisa menjadi wadah positif untuk membangun citra positif dan sekaligus komitmen TNI sebagai bentuk pengimplementasian Delapan wajib TNI.

          Disisi rakyat atau warga, yang paling kasat mata adalah mengangkat keterpurukan warga untuk segera bangkit dan maju, karena persoalan minimnya sarana dan prasarana terkadang itu menjadi sebab kemajuan menjadi lamban, tetapi dengan adanya TMMD yang lebih dikonsentrasikan pada pengerjaan-pengerjaan yang menyentuh kepentingan warga, seperti jalan dengan perlahan kemajuan itu bisa dirasakan, transportsai semakin mudah, aksespun semakin terbuka.

          Sisi yang lain konsep pertahanan rakyat semesta, dimana TNI sebagai komponen inti dan rakyat sebagai komponen pendukung akan semakin mudah untuk dilakukan, karena telah terbangunnya suasana interaksi yang positif antara TNI dan rakyat. Tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI tidak akan terbantu kalau tidak ada kebersamaan dan kesatupaduan, Semoga saja semangat kemanunggalan TNI rakyat ini terus terjaga.

          Walaupun bangsa ini telah masuk pada era reformasi tapi tidak mengkikis habis apa yang telah baik dan terbangun sebelumnya, yang harus dirubah atau direfomasi tentu yang kontraproduktif dan membelenggu bangsa ini, tapi kalau fungsi territorial TNI lewat wadah TMMD tentu tidak, buktinya semua masih menilai baik dan rakyat masih butuh keberadaan TNI dalam mengejar ketertinggalan pembangunan. Memang itu ada benarnya sepanjang TNI mengawali dengan niat baik, rakyat pasti mendukung dan membela.

 

Baca "Opini" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan
innovasipanglimatni

Video TNI