AMANAT PANGLIMA TNI PADA UPACARA MEMPERINGATI HARI JADI TNI KE-67 TENTARA NASIONAL INDONESIA TANGGAL 5 OKTOBER 2012
Jum`at, 5 Oktober 2012 13:14:44 - Oleh : admin - Dibaca : 3916
Home » Amanat » AMANAT PANGLIMA TNI PADA UPACARA MEMPERINGATI HARI JADI TNI KE-67 TENTARA NASIONAL INDONESIA TANGGAL 5 OKTOBER 2012

PARA PERWIRA, BINTARA, DAN TAMTAMA, SERTA PEGAWAI NEGERI SIPIL TNI, YANG SAYA CINTAI DAN SAYA BANGGAKAN,

SEGENAP PESERTA UPACARA DAN HADIRIN SEKALIAN YANG SAYA HORMATI,

SEBAGAI INSAN YANG BERIMAN DAN BERTAKWA, MARILAH SENANTIASA KITA MEMANJATKAN PUJI DAN SYUKUR KE HADIRAT TUHAN YANG MAHA ESA, ATAS SEGALA LIMPAHAN KESEHATAN DAN KEKUATAN, SEHINGGA PADA HARI YANG BERBAHAGIA INI, KITA DAPAT MENYELENGGARAKAN UPACARA MEMPERINGATI HARI JADI TNI KE-67, DALAM KEADAAN SEHAT WALAFIAT.

KEPADA SELURUH PRAJURIT DAN PNS TNI BESERTA KELUARGA DI MANAPUN SAAT INI BERADA DAN BERTUGAS, SELAKU PANGLIMA TNI DAN PRIBADI, SAYA MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN DAN DIRGAHAYU TENTARA NASIONAL INDONESIA”, YANG KITA CINTAI DAN BANGGAKAN BERSAMA.

PARA PRAJURIT, PNS TNI, DAN SEGENAP PESERTA UPACARA YANG SAYA CINTAI,

SEJARAH TELAH MENCATAT BAHWA TNI LAHIR DARI “RAHIM PERJUANGAN” BANGSA INDONESIA, KEMUDIAN TUMBUH DAN BERKEMBANG MELANJUTKAN PENGABDIAN PADA IBU PERTIWI, SELALU BERSAMA-SAMA DAN MANUNGGAL DENGAN RAKYAT.    CATATAN SEJARAH INI TELAH TERUKIR DAN TERUS TERPATRI HINGGA TNI KINI MENCAPAI USIA ENAM PULUH TUJUH TAHUN. BEGITU BANYAK PENGORBANAN HARTA BENDA, KERINGAT DAN AIRMATA SERTA TETESAN DARAH, BAHKAN JIWA RAGA DARI PARA PENDAHULU KITA.   NAMUN KESEMUANYA ITU MERUPAKAN PENGORBANAN YANG TULUS IKHLAS DAN TIDAK SIA-SIA, DEMI KEPENTINGAN DAN KEJAYAAN, SERTA KEHARUMAN NAMA BANGSA INDONESIA.

OLEH SEBAB ITU, SEBAGAI GENERASI PENERUS TNI, SUDAH SEHARUSNYA KITA SAMPAIKAN RASA HORMAT DAN PENGHARGAAN YANG SETINGGI-TINGGINYA KEPADA SELURUH PRAJURIT DAN PARA RAKYAT PEJUANG, YANG TELAH MENDEDIKASIKAN DIRI DAN HIDUPNYA KEPADA TNI PADA KHUSUSNYA, SERTA KEPADA BANGSA DAN NEGARA INDONESIA PADA UMUMNYA.

KEPADA PARA PAHLAWAN DAN PENDAHULU YANG TELAH GUGUR SEBAGAI KUSUMA BANGSA, MARILAH SEJENAK MENUNDUKKAN KEPALA SERAYA BERDOA, SEMOGA ARWAH DAN JASA-JASANYA DITERIMA DAN DIMULIAKAN OLEH TUHAN YANG MAHA ESA.

SEGENAP PESERTA UPACARA YANG SAYA HORMATI,

MENCERMATI KECENDERUNGAN PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS GLOBAL, REGIONAL, DAN NASIONAL SAAT INI, KITA AKAN DIHADAPKAN KEPADA DELAPAN KELOMPOK ANCAMAN KEAMANAN BERSIFAT FAKTUAL, YAITU KEAMANAN SELAT MALAKA, TERORISME, SEPARATISME, PELANGGARAN WILAYAH PERBATASAN DAN PULAU-PULAU KECIL TERDEPAN, BENCANA ALAM, KEGIATAN-KEGIATAN ILEGAL, KONFLIK HORIZONTAL DAN KELANGKAAN ENERGI. 

DALAM KONTEKS KECENDERUNGAN PERKEMBANGAN LINGKUNGAN STRATEGIS ITULAH, TNI SENANTIASA MEMBANGUN MEKANISME KERJA DAN HUBUNGAN ANTAR KEMASYARAKATAN DAN KELEMBAGAAN DALAM RANGKA MENEGAKKAN KEDAULATAN DAN MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN WILAYAH NKRI, DENGAN SENANTIASA MENINGKATKAN KUALITAS DIRI, KEMAMPUAN DAN KEKUATAN.    

          DALAM KAITAN TERSEBUT, PADA PERINGATAN HARI JADI TNI KE-67 TAHUN 2012 INI, TNI MENYATAKAN KEBULATAN TEKADNYA YANG DITUANGKAN DALAM SEBUAH TEMA YAITU DILANDASI PROFESIONALISME, SEMANGAT JUANG DAN SOLIDITAS, TNI BERSAMA SEGENAP KOMPONEN BANGSA SIAP MENJAGA KEDAULATAN DAN KEUTUHAN WILAYAH NKRI”.

KEBULATAN TEKAD TERSEBUT, HENDAKNYA TIDAK MENJADI JARGON BELAKA, NAMUN HARUS MENJADI DORONGAN YANG KUAT BAGI SEGENAP PRAJURIT TNI, GUNA MEWUJUDKAN ”POSTUR TNI” YANG BENAR-BENAR BERJATI DIRI SEBAGAI TENTARA NASIONAL, TENTARA RAKYAT, TENTARA PEJUANG, DAN TENTARA PROFESIONAL YANG SOLID, MODERN, BERWAWASAN KEBANGSAAN, DICINTAI, DAN MENCINTAI RAKYAT.

PEMANTAPAN JATI DIRI TNI, MERUPAKAN KENISCAYAAN YANG HARUS DICAPAI OLEH REFORMASI INTERNAL TNI. JATI DIRI ITU, BUKAN DIMAKNAI SEKEDAR SEBAGAI EXPOSED VALUE ATAU TATA NILAI YANG SEKEDAR DIKUMANDANGKAN; MELAINKAN MENJADI SEBUAH BELIEVE SYSTEM, YAKNI SISTEM KEPERCAYAAN DAN NILAI YANG MEMBUDAYA BAGI DIRI SETIAP PRAJURIT DAN INSTITUSI TNI.

DENGAN DEMIKIAN PENGHAYATAN JATI DIRI TNI OLEH SETIAP PRAJURIT MERUPAKAN KAHARUSAN DAN KEBUTUHAN MUTLAK, SERTA MENJADI LANDASAN AGAR PROFESIONALITAS YANG DIMILIKI SEJALAN DENGAN KOMITMEN PENGABDIANNYA.

LEBIH JELAS, BAHWA JATI DIRI TNI SEBAGAI SUATU SISTEM KEPERCAYAAN ATAU SISTEM NILAI ITU BEKERJA DENGAN MENGGERAKKAN PERILAKU PRAJURIT DALAM MENGEMBAN TUGAS POKOKNYA, GUNA MENGAWAL TIGA ASPEK FUNDAMENTAL DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA, YAKNI MENEGAKKAN KEDAULATAN NEGARA, MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN WILAYAH SERTA MELINDUNGI SEGENAP BANGSA SELURUH TUMPAH DARAH INDONESIA.

SEGENAP PESERTA UPACARA YANG BERBAHAGIA,

SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM KENEGARAAN, TNI TELAH BERJALAN DAN BEKERJA SESUAI DENGAN PARADIGMA BARU, MENUJU TNI YANG PROFESIONAL SELAKU ALAT NEGARA DI BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA.

PROFESIONALISME YANG MENGEDEPANKAN KEMAHIRAN DALAM BIDANG KEMILITERAN, HARUS DITOPANG ASPEK MORAL, ETIKA DAN DISIPLIN SERTA KESEJAHTERAAN YANG MEMADAI, DENGAN TETAP BERPEDOMAN PADA SAPTA MARGA DAN SUMPAH PRAJURIT, DAN TIDAK MELUPAKAN JATI DIRINYA.

PERUBAHAN PARADIGMA BARU TNI TELAH BERLANGSUNG LEBIH DARI SATU DASAWARSA, MELALUI PROSES REFORMASI INTERNAL YANG BERJALAN SESUAI RENCANA.   DARI LIMA AGENDA UTAMA REFORMASI INTERNAL TNI, AGENDA PERTAMA MENGENAI NETRALITAS DALAM POLITIK PRAKTIS TELAH DIIMPLEMENTASIKAN DENGAN BAIK.  DEMIKIAN JUGA DUA AGENDA YANG LAIN TELAH MENUJU TAHAP PENYELESAIAN AKHIR.

BERKAITAN DENGAN AGENDA KEEMPAT TENTANG KESEJAHTERAAN, PEMERINTAH TELAH BERSUNGGUH-SUNGGUH SECARA BERTAHAP DAN BERLANJUT MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PRAJURIT DAN PNS TNI.

SEDANGKAN AGENDA KELIMA MENYANGKUT PEMANTAPAN PROFESIONALISME, HANYA DAPAT DICAPAI MELALUI KESUNGGUHAN DALAM MELAKSANAKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN, UNTUK SELANJUTNYA DIPRAKTEKKAN DALAM PENUGASAN SEHARI-HARI.

PROFESIONALISME TNI TENTU TIDAK DAPAT BERTUMPU HANYA PADA SIKAP DAN JIWA PATRIOTISME PRAJURIT, TETAPI PERLU DIDUKUNG OLEH KETERSEDIAAN ALAT DAN PERLENGKAPAN SERTA ALUTSISTA. NAMUN DEMIKIAN, TNI PUN MENYADARI BAHWA PENYEDIAAN ALUTSISTA PERLU MEMPERTIMBANGKAN ASPEK PERKIRAAN ANCAMAN DAN KONDISI KEUANGAN NEGARA.

OLEH KARENA ITU, MELALUI KEPUTUSAN PEMERINTAH, TELAH DITETAPKAN BAHWA PEMBANGUNAN KEKUATAN TNI, DIARAHKAN KEPADA PEMBANGUNAN MINIMUM ESSENTIAL FORCE ATAU KEKUATAN POKOK MINIMUM YANG DIPANDANG MEMENUHI STANDAR MINIMAL UNTUK MENUNAIKAN TUGAS POKOK TNI.

SEGENAP PRAJURIT, PNS TNI, DAN PESERTA UPACARA SEKALIAN  YANG SAYA CINTAI DAN SAYA BANGGAKAN,

PESAN MORAL DARI SETIAP PERINGATAN HARI ULANG TAHUN, ADALAH TEKAD DAN JANJI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DAN KUALITAS PENGABDIAN DI MASA-MASA YANG AKAN DATANG. UNTUK ITU, GUNA MENEGUHKAN HATI DAN MENGUATKAN JIWA SEGENAP PRAJURIT TNI, SAYA INGATKAN KEMBALI DAN INSTRUKSIKAN HAL-HAL UNTUK DIPEDOMANI SEBAGAI BERIKUT:

PERTAMA, MANTAPKAN KEIMANAN DAN KETAKWAAN KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA SEBAGAI LANDASAN MORAL DAN ETIKA DALAM PELAKSANAAN TUGAS, KEHIDUPAN PRAJURIT, KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA.

KEDUA, TUGAS TENTARA ITU BERKAITAN LANGSUNG DENGAN TEGAK ATAU RUNTUHNYA NEGARA, BERSATU ATAU BERCERAINYA BANGSA.  OLEH KARENA ITU, TEMPATKAN TUGAS DI ATAS SEGALA-GALANYA.   KOBARKAN TERUS SEMANGAT PANTANG MENYERAH, RELA BERKORBAN, SERTA SENANTIASA BERSAMA DAN BERSATU DENGAN RAKYAT DALAM SETIAP PELAKSANAAN TUGAS.

KETIGA, JUNJUNG TINGGI NILAI DAN SEMANGAT KEBANGSAAN DEMI TETAP KOKOHNYA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA, SERTA TETAP TEGAKNYA KEDAULATAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945.

KEEMPAT, TINGKATKAN KEWASPADAAN DENGAN MENCERMATI DAN MENGANTISIPASI PERKEMBANGAN SITUASI SECARA TERUS-MENERUS TERHADAP ADANYA ANCAMAN YANG MERONGRONG KEDAULATAN DAN KEUTUHAN WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

KELIMA, PEGANG TEGUH DISIPLIN KEPRAJURITAN DENGAN BERPEDOMAN PADA SAPTA MARGA, SUMPAH PRAJURIT, DELAPAN WAJIB TNI, TAATI HUKUM DAN HORMATI HAK ASASI MANUSIA.

KEENAM, BINA SOLIDITAS SATUAN, TEGAKKAN RANTAI KOMANDO DAN MANTAPKAN KESATUAN KOMANDO DI SETIAP STRATA KEPEMIMPINAN SATUAN TNI, SEHINGGA TERWUJUD LOYALITAS TEGAK LURUS YANG JELAS DAN TEGAS.

KETUJUH, MANTAPKAN KEPEMIMPINAN LAPANGAN, BUDAYAKAN BELAJAR DAN BERLATIH DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH, BENAR DAN BAIK, KARENA BELAJAR DAN BERLATIH MERUPAKAN JALAN UTAMA MENUJU TERCAPAINYA PROFESIONALISME KEPRAJURITAN YANG DIBUTUHKAN SEBAGAI GARDA TERDEPAN DAN BENTENG TERAKHIR PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

AKHIRNYA, MARILAH KITA BERDOA KE HADIRAT TUHAN YANG MAHA ESA, SEMOGA SENANTIASA MELIMPAHKAN BIMBINGAN, PETUNJUK DAN KEKUATAN KEPADA TNI, DALAM MENGAWAL DAN MENGAMANKAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD 1945.

SEKIAN, TERIMAKASIH DAN SELAMAT BERTUGAS.

“DIRGAHAYU TENTARA NASIONAL INDONESIA”

 

PANGLIMA TNI,

 

AGUS SUHARTONO, S.E.

LAKSAMANA TNI

Baca "Amanat" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI