VALIDASI ORGANISASI DAN REVISI DOKTRIN TNI TELAH SELESAI
Kamis, 25 Januari 2007 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 1591
Home » Nasional » VALIDASI ORGANISASI DAN REVISI DOKTRIN TNI TELAH SELESAI
VALIDASI ORGANISASI DAN REVISI DOKTRIN TNI TELAH SELESAI

PUSPEN TNI (25/1) - Dengan telah ditetapkan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara dan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, TNI secara proaktif dan terencana, terukur dengan baik melakukan langkah strategis yaitu melaksanakan reformasi internal antara lain validasi organisasi dan merevisi Doktrin TNI.

Setelah melalui proses  pengkajian yang mendalam dan komprehensif, Panglima TNI melalui keputusannya nomor Kep/2/I/2007 tanggal 12 Januari 2007 mengesahkan berlakunya Doktrin TNI “Tri Dharma Eka Karma? (TRIDEK) pada saat Rapim TNI tahun 2007, Rabu (24/1) di Mabes TNI Cilangkap Jakarta.

Disahkannya Doktrin TNI TRIDEK adalah untuk menggantikan Doktrin ABRI “Catur Dharma Eka Karma? (CADEK).  Dengan demikian seluruh prajurit TNI dimanapun bertugas, baik dalam rangka operasi militer selain perang maupun operasi militer selain perang harus mempedomani Doktrin TNI TRIDEK.

Dalam mengamalkan dan melaksanakan Doktrin TNI TRIDEK ini, prajurit TNI tetap harus berpegang teguh pada falsafah Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara RI tahun 1945, Sumpah Prajurit dan Sapta Marga.

Ada beberapa perbedaan antara Doktrin ABRI CADEK dengan Doktrin TNI TRIDEK. CADEK masih mewadahi Polri sebagai bagian dari ABRI, dalam TRIDEK Polri sudah lepas dari TNI. Dalam hal Peran, CADEK menyatakan ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan sosial politik sementara dalam TRIDEK peran TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Menyangkut masalah Fungsi, Doktrin ABRI CADEK menyatakan, bahwa fungsi ABRI adalah sebagai kekuatan Hankam dan Sospol.  Kekuatan Hankam meliputi : Sebagai Penindak dan Penyanggah Awal setiap ancaman musuh dari dalam maupun dari luar negeri ; Sebagai Pengaman, Penertib dan Penyelamat masyarakat serta penegak hukum negara ; Sebagai Pelatih dan Pembimbing rakyat bagi penyelenggaraan tugas Hankamneg dalam mewujudkan kemampuan dan kekuatan perlawanan rakyat semesta untuk menghadapi ancaman ; Sebagai Pembina Kemampuan dan Kekuatan Hankamneg dalam pembinaan Hankamneg dengan memelihara dan meningkatkan kemampuan dan kekuatan Hankam di darat, laut dan udara serta penertiban dan penyelamatan masyarakat.

Sementara itu dalam Doktrin TNI TRIDEK, Fungsi TNI adalah sebagai kekuatan pertahanan yang meliputi : Sebagai Penangkal ; kekuatan TNI harus mampu mewujudkan daya tangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan non militer dari dalam dan luar negeri terhadap kedaulatan keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa.  Sebagai Penindak ; kekuatan TNI harus mampu digerakkan untuk menghancurkan kekuatan musuh yang mengancam terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa. Sebagai Pemulih ; kekuatan TNI bersama dengan instansi pemerintah membantu fungsi pemerintah untuk mengembalikan kondisi keamanan negara akibat kekacauan perang.

Perbedaan lainnya antara Doktrin ABRI CADEK dan Doktrin TNI TRIDEK adalah mengenai tugas pokok, dimana Doktrin ABRI CADEK disebutkan bahwa tugas pokok ABRI adalah sebagai kekuatan Hankam yaitu Mengamankan, menyelamatkan, mempertahankan dan melestarikan kemerdekaan, kedaulatan serta integritas bangsa dan negara ; Mengamankan, menyelamatkan, mempertahankan dan melestarikan ideologi Pancasila dan UUD 1945 ; dan Mengamankan, menyelamatkan, mempertahankan dan melestarikan penyelenggaraan pembangunan nasional dan hasil-hasilnya.  Adapun pola operasi yang dilaksanakan meliputi Operasi Pertahanan meliputi : Operasi Penciptaan Kondisi, Operasi Konvensional, Operasi Perlawanan Wilayah, Operasi Serangan Balas dan Operasi Pemulihan Keamanan dan Penyelamatan Masyarakat. Operasi Keamanan Dalam Negeri meliputi ; Operasi Intelijen, Operasi Teritorial, Operasi Tempur dan Operasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

Sementara dalam Doktrin TNI TRIDEK ditegaskan bahwa tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.  Tugas pokok TNI tersebut dilaksanakan melalui Operasi Militer Untuk Perang meliputi : Operasi Gabungan TNI, Operasi Darat, Operasi Laut, Operasi Udara, Kampanye Militer dan Operasi Bantuan. Operasi Militer Selain Perang meliputi : Mengatasi gerakan separatis bersenjata ; Mengatasi pemberontakan bersenjata ; Mengatasi aksi terorisme ; Mengamankan wilayah perbatasan ; Mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis ; Melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri ; Mengamankan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta keluarganya ; Memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini dalam rangka sistem pertahanan Semesta ; Membantu tugas pemerintahan di daerah ; Membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat ; Mengamankan tamu negara setingkat Kepala Negara dan perwakilan asing ; Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan ; Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (Search and Rescue) ; dan Membantu pemerintah untuk pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan.

Baca "Nasional" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Selasa, 5 Februari 2013
Lambang Mabes TNI Yang Baru
Kamis, 31 Mei 2012
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI