40 Pati TNI Naik Pangkat
Senin, 25 Februari 2013 15:38:44 - Oleh : admin - Dibaca : 1866
Home » Internal » 40 Pati TNI Naik Pangkat
40 Pati TNI Naik Pangkat

PUSPEN TNI (25/2),- Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 40 Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari 15 Pati TNI Angkatan Darat, 9 Pati TNI Angkatan Laut dan 16 Pati TNI Angkatan Udara, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (25/2). Laporan Korps Kenaikan Pangkat tersebut berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor : Sprin/375 /II/2013 tanggal 19 Februari 2013 tentang kenaikan pangkat ke dalam golongan Pati TNI.  

TNI Angkatan Darat yaitu : Mayjen TNI Sumartono, S.E (Deputi Bid. Operasi SAR Basarnas); Mayjen TNI Maliki Mift, S.I.P.,M.H. (Pa Ssuspom TNI); Mayjen TNI I Wayan Midhio, M. Phil (Wakil Rektor Bid. II Kerjasama Unhan); Mayjen TNI Dr. Ir Suharno, M.M. (Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI); Mayjen TNI Drs. Herry Noorwanto, M.A. (Kepala Satuan Pengawas Unhan); Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono (Sesmilpres Kemsetneg); Brigjen TNI Ali Imron Kadir (Bandep Sosbud Setjen Wantannas); Brigjen TNI Fajar Budijanto, S.Sos. (Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan); Brigjen TNI Wahyu Agung S.W., S.E. (Kapuskon Baranahan Kemhan); Brigjen TNI Tatang Zaenudin (Dirops dan Lat Basarnas); Brigjen TNI Gustaf Heru Prayitno (Dirdik Akademi TNI); Brigjen TNI Irwansyah, M.Sc. (Waaspam Kasad); Brigjen TNI Wahyu Agung Prayitno S.Pd. (Athan RI di Washington DC); Brigjen TNI dr. Douglas Singkara Umboh (Dirkes Ditjen Kuathan Kemhan); Brigjen TNI Endang Sodik, M.B.A (Pa Sahli Tk. II Was Eropa & AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI). 

TNI Angkatan Laut yaitu : Laksda TNI Susanto (TA Pengajar Bid. Hankam Lemhannas; Laksda TNI INGN Aryatmaja, S.E. (Gubernur AAL); Laksda TNI Desi Albert Mamahit, M.Sc. (Danseskoal); Laksma TNI Sulang Priyadi (Pa Sahli Tk. II Kamkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI); Laksma TNI Rudito Hadi Purwanto (Pati Sahli Kasal Bid. Sumda Hanneg); Laksma TNI Dwi Widjajanto (Irbin Itjenal); Laksma TNI dr. Nelson Pandaleke (Karumkital dr. RML Diskesal);  Laksma TNI Wuspo Lukito, S.E. (Danguskamlaarmatim); Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari S. (Danpasmar I Kormar).  

TNI Angkatan Udara yaitu : Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, S.E. (Wakasau); Marsda TNI Sunarbowo Sandi. M.Sc (Deputi Bid. Potensi SAR Basarnas); Marsda TNI Djoko Setiono, S.Ap. (Ketua LPPM Unhan); Marsda TNI Madar Sahib H.S., Psc., SSP. (Pa Sahli Tk II Bid. Jahrit Staf Ahli Panglima TNI); Marsda TNI Chaeruddin Ray, S.E. (Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI); Marsda TNI Ir. Beng Tardjani (TA. Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas);  Marsda TNI Potler Gultom S.H. (TA. Pengajar Bid. Ekonomi Lemhannas); Marsda TNI Moch. Nurullah, S.I.P. (Dankodikau); Marsma TNI Nil Handri (Kadispotdirga); Marsma TNI Baskoro Alrianto, M.Sc. (Karo Telematika Settama Lemhannas); Marsma TNI HM. Tata Hendrataka (Irbinsumda Itjenau); Marsma TNI  Wahyudi Sumarwoto, S.E., M.Si. (Pati Sahli Kasau Bid. Sumdanas Sahli Kasau); Marsma TNI Agus Munandar, S.E. (Danlanud Adi Sutjipto); Marsma TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. (Direktur Bina Ketenagaan dan Pemasyarakatan SAR Basarnas); Marsma TNI Wieko Syofyan (Athan RI di Canberra Australia); Marsma TNI dr. Benny Hosiana T, Sp.BOT., MH. Kes., Sp.KP. (Ka RSAU dr. S. Hardjolukito). 

Dalam amanatnya Panglima TNI mengatakan bahwa, kenaikan pangkat dapat memberikan warna cerah dan menjadikan amalan yang  tidak terputus  untuk senantiasa bekerja di atas landasan semangat guna meningkatkan kinerja, kapasitas diri dan kualitas tugas, dalam kerangka tugas pokok TNI, demi kejayaan TNI, bangsa dan negara tercinta. 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, tantangan tugas yang dihadapi TNI tidak bergerak linear dan tidak berimplikasi tunggal. Namun sebaliknya, implikasinya dapat menyentuh, merambah dan mengait semua aspek kehidupan, baik politik dan sosial budaya, maupun pertahanan dan keamanan.   

Satu kerawanan dapat menyelam dan kemudian eksis pada semua aspek kehidupan. sebaliknya, satu aspek kehidupan dapat menghadirkan berbagai kerawanan yang begitu variatif, yang akumulasinya tidak jarang mengarah pada timbulnya masalah keamanan. Lebih jauh, faktor-faktor SARA sudah berbaur menjadi satu, dan  belakangan ini timbul tendensi bahwa tidak selamanya kekuasaan, ideologi atau ekonomi menjadi sumber konflik.   

Mencermati hasil penelitian ahli psikologi Roy J. Eidelson, terdapat lima ide atau gagasan dan/atau kepercayaan  berbahaya yang memicu kekerasan antar kelompok dan munculnya radikalisme di Indonesia, yaitu superioritas,  ketidakadilan, kerentanan, ketidakpercayaan dan ketidak-berdayaan. Dari kelima ide tersebut, menurut Panglima TNI,  ketidakpercayaan saat ini mendominasi dan menjadi penyebab konflik-konflik apapun, terutama konflik antar kelompok masyarakat. 

Sedangkan ketidakberdayaan satu kelompok masyarakat dalam suatu konflik, dapat dimanfaatkan untuk mendorong perjuangan kebangkitannya, yang dikembangkan melalui aksi-aksi radikal dan intoleransi, yang kemudian secara perlahan bertransformasi menuju aksi terorisme.  Inilah salah satu hybrid terrorism yang perkembangan ideologinya telah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, dengan modus operandi yang sangat variatif, pola terorisme tersebut mampu merambah masuk ke sekolah-sekolah menengah atas, perguruan tinggi, pegawai negeri dan pegawai swasta.   

Dari kelima ide tersebut, Panglima TNI berharap agar kondisi ini harus terus dicermati, untuk selanjutnya dianalisis dan disampaikan kepada pimpinan dalam rangka penguatan jatidiri serta pembinaan mental prajurit TNI, agar tidak terpengaruh oleh lima ide berbahaya tersebut. Analisis tersebut diperlukan dalam rangka antisipasi dan kesiapsiagaan pelibatan TNI dalam rangka keamanan dan pengamanan terpadu, sebagaimana yang diamanatkan oleh instruksi presiden nomor 2 tahun 2013 tentang penanganan gangguan keamanan dalam negeri, khususnya dalam rangka memasuki tahun politik 2013 dan Pemilu 2014.  

Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Kasum TNI, Irjen TNI, Koorsahli Panglima TNI, para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E..

Baca "Internal" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI