Penanganan Terhadap Pengungsi Syria
Rabu, 8 Mei 2013 11:06:13 - Oleh : admin - Dibaca : 442
Home » Kerjasama Internasional » Penanganan Terhadap Pengungsi Syria
Penanganan Terhadap Pengungsi Syria

PUSPEN TNI (8/5),- Dansatgas Indo FPC XXVI E-2 Letkol Inf Yuri Elias Mamahi mengikuti Penataran Persamaan Gender dan Penanganan Pengungsi Syria, di ruang All Nations UNIFIL HQ, Selasa (7/5). Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama DPCA (Director of Political and Civil Affairs) serta Regional Conduct and Discipline Team.

Penataran membahas kegiatan tentang bagaimana perlakuan yang harus dilakukan terhadap pengungsi Syria di Lebanon dengan titik fokus adalah NOL TOLERANSI terhadap ekploitasi seksual serta pelecehan seksual.

Salah satu dampak dari konflik perang saudara di Syria terhadap Libanon sejak Maret 2011 menimbulkan gelombang pengungsi sebesar 400.000 orang dan sebagian besar diantara mereka adalah anak-anak dan wanita. Para pengungsi ini memasuki wilayah dari AO (Area Operation) yaitu Tyre. Resiko terbesar pertama terdapat pada pengungsi wanita Syria di Lebanon karena mereka akan mendapat kekerasan seksual ketika masuk saat melewati perbatasan Lebanon, saat diperjalanan dan ketika masuk relokasi camp pengungsian. Kedua adalah meningkatnya pernikahan dini dan aksi menjual diri para gadis di bawah umur akibat keluarga kekurangan keuangan, kekurangan bantuan dari pemerintah serta kekurangan perlindungan.

Menyikapi hal ini diharapkan kepada seluruh komandan satuan yang hadir diantaranya DCOS MTF, CO Ghana, CO Srilangka Coy, CO MP Tanzania, CO ItalAir, CO Cimic, dan CO MCOU agar menyampaikan pesan kepada seluruh anggotanya bahwa UNIFIL menghargai dan menghormati kesamaan derajat antara pria dan wanita serta UNIFIL tidak memiliki hak untuk menyediakan tempat penampungan camp pengungsi dari Syria maupun dari Negara lain, Pemerintah Lokal yang bertanggung jawab terhadap para pengungsi dan segala bentuk pekerjaan pengungsi, sehingga Kontingen UNIFIL tidak diijinkan membantu pengungsi sesuai dengan tugas pokok berdasarkan Resolusi 1701 tahun 2006.

Dansatgas Indo FPC XXVI E-2 menyikapi pertemuan ini dengan positif dan menyampaikan kepada seluruh personil Satgas Indo FPC XXVI E-2 agar mentaati kebijakan yang dikeluarkan oleh UNIFIL pada masalah pengungsi Syria yang sudah masuk ke dalam AO wilayah Tyre. Zero Tolerance for Sexual Exploitation and Sexual Abuse.

Baca "Kerjasama Internasional" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Selasa, 9 September 2014
Rangkaian Kegiatan HUT ke-69 TNI Tahun 2014
Selasa, 9 September 2014
Tema dan Logo HUT ke-69 TNI Tahun 2014
Selasa, 5 Februari 2013
Lambang Mabes TNI Yang Baru
Kamis, 31 Mei 2012
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan
innovasipanglimatni

Video TNI