KONSEPSI STRATEGI PERTAHANAN NEGARA SESUAI DOKTRIN TNI TRI DHARMA EKA KARMA (TRIDEK)
Jum`at, 30 Maret 2007 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 4217
Home » Penpas » KONSEPSI STRATEGI PERTAHANAN NEGARA SESUAI DOKTRIN TNI TRI DHARMA EKA KARMA (TRIDEK)

Sesuai Doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma (Tridek), strategi pertahanan negara adalah mencegah, menangkal dan mengatasi ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara dalam berbagai bentuk dan perwujudannya dengan :

a. Mengembangkan kemampuan TNI sebagai komponen utama dalam wujud bala siap dan bala cadangan sehingga memiliki kesiapsiagaan dan ketanggapsegeraan yang tinggi.

b. Membangun kemampuan rakyat dalam usaha pembelaan negara sehingga memiliki kesemestaan dan keserbagunaan yang tinggi dan produktif serta mampu melaksanakan perlawanan rakyat secara berlanjut.  Kecenderungan gangguan keamanan global internasional, regional dan keamanan nasional di dalam negeri dapat memunculkan ancaman baru, yakni ancaman nonmiliter yang dilakukan oleh aktor nonnegara yang pada awalnya merupakan ancaman terhadap keamanan dan ketertiban publik, tetapi apabila tidak dapat diatasi dan diselesaikan dengan tuntas, ancaman tersebut dapat meningkat keeskalasi yang dapat membahayakan keselamatan bangsa.  Kebijakan strategis pertahanan negara untuk menghadapi dan mengatasi ancaman nonmiliter  dilakukan secara proporsional bersamaan dengan mengatasi ancaman militer.  Sejarah perang bangsa Indonesia mencatat bahwa penyelesaian konflik dengan menggunakan kekuatan senjata dilakukan akibat dari berbagai upaya penyelesaian konflik secara damai mengalami jalan buntu.  Belajar dari pengalaman sejarah tersebut maka pertahanan negara diselenggarakan melalui usaha membangun, memelihara, mengembangkan segenap komponen pertahanan negara dalam rangka mewujudkan daya tangkal serta kemampuan menanggulangi setiap ancaman secara terpadu dan terarah.   Dengan demikian maka pertahanan negara Indonesia tidak dilaksanakan hanya dengan cara-cara militer, melainkan diselenggarakan dengan bertumpu pada tiga pilar utama yaitu penggunaan kekuatan pertahanan, kerja sama internasional dan pembangunan kekuatan pertahanan meskipun strategi pertahanan negara Indonesia tidak menganut pembangunan pakta kekuatan pertahanan.

Ditinjau dari sudut pandang strategi pertahanan negara, penggunaan kekuatan militer adalah merupakan salah satu upaya bangsa dalam mewujudkan keamanan nasional di samping dengan cara damai yaitu dengan menggunakan instrumen politik (Diplomasi) dan kekuatan ekonomi, yang   kendali   atas   semua   upaya  dan  pengerahan   kekuatan pertahanan tersebut berada pada presiden melalui mekanisme keputusan politik negara.  Penggunaan kekuatan militer untuk tujuan perang merupakan jalan terakhir apabila cara damai tidak membuahkan hasil.

Baca "Penpas" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
pendidikan
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI