Peresmian Lima Brigif di Tegal
Kamis, 12 April 2007 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 1965
Home » Opini » Peresmian Lima Brigif di Tegal

Hari ini Kamis (12/04), seluruh petinggi TNI AD berada di Wangon, Slawi, Tegal untuk menghadiri peresmian secara terpusat lima Brigade Infanteri (Brigif) oleh KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso. Masing-masing Brigif itu adalah Brigif-4/Dewa Ratna milik Kodam IV/Diponegoro, Brigif-7/Rimba Raya milik Kodam I/Bukit Barisan, Brigif-16/Wira Yudha milik Kodam V/Brawijaya, Brigif-19/Khatulistiwa milik Kodam VI/Tanjungpura dan Bigif-20/Ima Jayakeramo milik Kodam XVII/Trikora.

Peristiwa ini menandai bahwa TNI khususnya TNI-AD memiliki komitmen yang kuat untuk menata diri menuju tentara nasional yang lebih profesional. Ini merupakan salah satu langkah realistis tahapan reformasi di bidang struktural dalam pembinaan organisasi guna mengantisipasi tuntutan tugas ke depan yang semakin kompleks.

Harus diakui, kiprah para petinggi TNI AD selama kurun waktu hampir satu dekade ini dalam mengawal reformasi untuk menata diri dalam tubuh Angkatan Darat membuahkan hasil yang memuaskan. Berbagai polling pendapat masyarakat yang dilakukan oleh stasiun TV dan media cetak serta lembaga survei lainnya menunjukkan kecenderungan citra positif TNI semakin meningkat. Hal ini dapat tercermin dari jati diri TNI yang semakin kokoh yaitu sebagai tentara pejuang, tentara rakyat dan tentara nasional yang profesional. Walau di sisi lain dari profesionalitas keprajuritan TNI AD belum optimal, namun sekarang dan ke depan terus menata diri.

Kondisi seperti itu direspon oleh TNI khususnya TNI AD dengan menata diri lebih konkret. Pembangunan berbagai medan latihan, pembenahan bidang organisasi dan mengembalikan tradisi mental spirit juang ke karakter jati diri TNI terus dilakukan.

Anggaran Minim

Diakui atau tidak anggaran minim yang dialokasikan negara untuk TNI sungguh berpengaruh terhadap profesionalitas keprajuritan. Sangat dirasakan oleh dua angkatan lainnya karena memang butuh anggaran yang besar untuk membeli alutsista agar dapat meningkatkan profesionalitasnya. Berbeda dengan AD sebagaian besar kelengkapan persenjataan sudah diproduksi di dalam negeri, seperti senapan panjang SS1 yang menjadi standar senapan AD diproduksi oleh Pindad.

Khusus medan latihan sebagai sarana yang sangat penting untuk mendukung profesionalitas keprajuritan telah dibangun Kostrad di Sanggabuana, Sukabumi.

Berbagai latihan bisa digelar di medan latihan tersebut dari tingkat yang paling rendah sampai ke latihan gabungan. Di sisi yang lain pembenahan bidang organisasi tugas juga terus berjalan dan berlanjut. Adanya validasi beberapa satuan yang telah dilakukan TNI AD tujuannya untuk mengarah kepada satuan yang profesional, efektif, efisien dan modern.

Begitu juga pembangunan pos keamanan di perbatasan terus dilakukan di Kalimantan, NTT dan Papua serta pembangunan pos keamanan pulau-pulau kecil terdepan. Tak ketinggalan penyiapan pasukan pengamanan pulau-pulau kecil terdepan tetap dilaksanakan seperti di pulau Miangas, Marore, Batek, Mangudu dan Natuna.

Masih ingat betul di benak kita pengalaman pahit lepasnya Pulau Ligitan dan Sipadan. Adanya beberapa kasus masuknya tentara negara tetangga sangat mengganggu kedaulatan wilayah NKRI karena aksi-aksinya yang dilakukan. Terjadi karena apa? Karena pertahanan kita lemah. Itu janganlah terulang kembali untuk ke depan.

Karena apa yang dilakukan TNI AD adalah untuk memperkuat pertahanan dan mengoptimalkan tugas-tugasnya sekaligus untuk menggelar pasukan tempur dihadapkan dengan potensi ancaman di daerah perbatasan dan pulau terdepan di wilayah NKRI, mulai terealisasi. Itu semua merupakan wujud konsisten TNI AD dalam melakukan penataan dirinya untuk menuju postur prajurit yang ideal.

Kodam IV/Diponegoro

Khusus Kodam IV/Diponegoro juga telah dan akan terus menata diri untuk menuju prajurit yang memiliki keterampilan tempur tinggi. Dengan telah diresmikannya medan latihan drill teknis dan taktis milik Kodam IV/Diponegoro seluas 262 hektare di Meteseh, Tembalang, Semarang di akhir tahun 2006 tentu akan mendukung profesionalitas keprajuritan. Karena untuk saat ini medan latihan Meteseh merupakan medan latihan yang paling lengkap di Indonesia untuk materi drill teknis dan taktis tingkat perorangan sampai dengan tingkat kompi.

Selain itu Kodam IV/Diponegoro juga memiliki medan latihan di Bantir, Sumowono, Ambarawa seluas 308,5 hektar yang digunakan sebagai tempat latihan dengan menggunakan Metode Drill Tempur dan Gladi Lapang. Selama ini medan latihan di Bantir digunakan untuk latihan akhir bila ada satuan yang akan diberangkatkan dalam tugas operasi pertempuran.

Bisa dikata salah satu parameter profesionalitas prajurit TNI adalah tingkat kemahiran menembak prajuritnya. Untuk meningkatkan kemampuan menembak prajurit tentu dibutuhkan sarana lapangan tembak yang memadai dan sesuai standar militer. Untuk itu sebetulnya Kodam IV/Dipoengoro telah memiliki beberapa lapangan tembak sampai jarak 600 meter. Namun untuk lebih meningkatkan profesionalisme keprajuritan khususnya ketajaman prajurit dalam menembak rencananya akan direhap lapangan tembak Besole di Purworejo.

Kalau boleh menilik, Brigade Infanteri adalah satuan yang dikomandani perwira berpangkat Letkol atau Kolonel. Dia membawahi 3 batalyon infanteri yang prajuritnya dilengkapi dengan senapan panjang dan memiliki kemampuan tempur dengan berjalan kaki. Artinya satuan ini merupakan satuan yang disiapkan untuk tugas-tugas operasi pertempuran selain tugas operasi kemanusiaan bila diperlukan.

Sebenarnya Brigif-4/Dewa Ratna adalah satuan yang dihidupkan kembali karena dulu pernah ada dan kemudian dilikuidasi pada tahun 1984, terhitung mulai tanggal 27 Desember 1984. Namun perkembangan terkini, Brigif yang memiliki lambang satuan Dewa Ratna yang berkedudukan di Wangon, Slawi dihidupkan kembali. Sungguh, ini merupakan sebagian hasil nyata dari reformasi internal TNI yang sangat positif untuk menuju tentara yang jauh dari politik praktis dan hanya memfokuskan pada tugas-tugas pertahanan negara.

Baca "Opini" Lainnya

Disiplin, Militansi, Semangat Nasionalisme, Patriotisme dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Menuju Indonesia Yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil Dan Makmur Perlu Lebih Ditingkatkan

Panglima TNI Jendral Moeldoko

Pengumuman

Selasa, 22 April 2014
Pengumuman Lelang Pusdalops.
Selasa, 5 Februari 2013
Lambang Mabes TNI Yang Baru
Kamis, 31 Mei 2012
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
AGENDA KEGIATAN
patriot
download
download
download
persyaratan
beasiswa
PSDP
LPSE
pendidikan

Video TNI