3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Jangan Coba-Coba “Bermain” Senpi, Amonisi Dan Handak

Kamis, 8 November 2012 14:43:51 - Oleh : admin - Dibaca : 784 kali

Jangan Coba-Coba “Bermain” Senpi, Amonisi Dan Handak

KOBANGDIKAL (8/11),- Untuk mencegah tindak pidana kejahatan dengan penggunaan Senjata Api (Senpi) dan bahan Peledak (Handak) lainya prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) mendapatkan penyegaran hukum dari Bagian Hukum (Bagkum) Kobangdikal di gedung Moeljadi, Kesatrian Bumimoro, Surabaya, Kamis (8/11).

“Jangan coba-coba “bermain” senpi, amonisi, dan Handak. Tindak pelanggaran tersebut akan berimplikasi negatif pada diri sendiri, karier, keluarga, dan nama baik institusi TNI AL,” terang Kepala Sub Bagian Bantuan Hukum (Kasubagkum) Bagkum, Kobangdikal Mayor Laut (KH) Yopi Roberti Riry, S.H., M.H dihadapan sedikitnya 350 prajurit dan PNS Kobangdikal pada acara Penyegaran dan Penyuluhan Hukum.

Pembinaan dan latihan berupa Penyegaran dan Penyuluhan Hukum kali ini mengusung materi UU No. 12/DRT/1951 tentang ancaman pidana penggunaan, kepemilikan dan pemakaian senjata api, amonisi dan handak lainya.

Menurut Yopi-sapaan akrab Pamen melati satu berdarah Ambon ini- mengatakan bahwa dewasa ini marak aksi kejahatan yang melibatkan personel dari kalangan sipil maupun militer dengan mempergunakan senjata api maupaun bahan peledak lainya.

“Penyegaran hukum berupa Undang-undang penggunaan senjata ini agar prajurit Kobangdikal memahami dan mengerti implikasi dari pemakaian dan penggunaan senjata api secara illegal,” terangnya.

Menurutnya undang-undang tersebut berlaku bagi kalangan sipil maupun militer. Untuk kalangan sipil pelanggar akan ditangani oleh Polri sedangkan militer akan di tangani Polisi Militer, sementara untuk sangsi hukumanya adalah sama sesuai undang-undang yang berlaku.

Menurut UU No. 12 pasal 1 ayat 1 (satu) lanjutnya, disebutkan barang siapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

“Dari uraian tersebut sangat jelas implikasi hukum bagi pelaku pelanggaran, yaitu hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara setinggi-tingginya 20 tahun penjara,” terangnya.

Untuk ayat 2 berbunyi, yang dimaksudkan dengan pengertian senjata api dan amunisi termasuk juga segala barang sebagaimana diterangkan dalam pasal 1 ayat (1) dari Peraturan Senjata Api.

Ayat 3 berbunyi bahan-bahan peledak termasuk semua barang yang dapat meledak, semua jenis mesiu, bom-bom pembakar, ranjau-ranjau, granat-granat tangan dan pada umumnya semua bahan peledak, baik yang merupakan luluhan kimia tunggal maupun yang merupakan adukan bahan-bahan peledak atau bahan peledak pemasuk yang dipergunakan untuk meledakkan lain-lain barang peledak, sekedar belum termasuk dalam pengertian munisi.

Menurutnya, dari uraian pasal dan ayat tersebut di atas hukuman antara pengguna Senpi, Amonisi, dan bahan peledak baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung pasal yang dikenakan akan sama.

Diakhir penyuluhannya, lulusan Pasca Sarjana bidang Hukum Universitas Airlangga ini megajak seluruh prajurit Kobangdikal, untuk menghindari penjulan senpi, Amonisi dan bahan-bahan peledak serta mempertimbangkan secara matang segala akibat yang bisa timbul apabila melakukan tindakan pelanggaran hukum tersebut.

 

 

Panglima TNI bertekad membangun prajurit yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP
Pengumuman
Sabtu, 17 Agustus 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4 TANGGAL 17 AGUSTUS 2019
Jum`at, 16 Agustus 2019
TNI POLRI PILAR NKRI
Kamis, 8 Agustus 2019
Baleho HUT ke-74 RI
Jum`at, 2 Agustus 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak
Selasa, 13 Agustus 2019
Kekuatan Militer Indonesia Diperhitungkan Dunia, Kapuspen TNI: Kita Tak Akan Lengah
Selasa, 13 Agustus 2019
Kodam XVII/Cenderawasih Terus Mencari Helikopter MI-17
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Medan, Panglima TNI Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan
Rabu, 15 Mei 2019
Panglima TNI dan Kapolri Melakukan Kunjungan Kerja Safari Ramadhan di Wilayah Kodam III/Siliwangi