3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

TNI AL CARI JENAZAH PILOT DAN NOMAD N-22S P-817

Kamis, 21 Juni 2007 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 597 kali

          Tim TNI AL dijadwalkan pekan ini memulai misi pencarian kerangka jenazah Mayor Laut Suwelo Wibisono di dalam pesawat Nomad N-22S P-817 yang 20 tahun silam jatuh ke dasar laut perairan Desa Teluk Bakau, Pulau Mapur, Bintan Utara, Kepulauan Riau.

          “Prioritas besok adalah memastikan ada kerangka jenazah di dalam pesawat dan segera mengevakuasinya, sedang mengenai pengangkatan pesawatnya akan ditentukan setelah dievaluasi keperluan serta kemungkinannya,” kata Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Among Margono, di Tanjungpinang, Rabu (20/6).    

          Misi tersebut melibatkan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambar), Satuan Udara Armada Barat (Satuarmabar), Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Armabar, SAR Lantamal IV, satu kapal perang, dan masyarakat nelayan.

          Upaya pencarian dan evakuasi jenazah pilot dan bangkai pesawat Nomad, dilaksanakan TNI AL setelah pekan lalu nelayan bernama Atang, 27 dan kawan-kawan menemukan “radar instrument indicator” dan “artificial horizontal”

“Kedua peralatan itu cocok dengan komponen Nomad N-22S P-817 yang jatuh 20 tahun lalu,” kata Laksamana Pertama TNI Among Margono.

Laksamana Pertama TNI Among Margono kepada Lantamal IV/Tanjungpinang menginformasikan pula bahwa di dalam pesawat tersebut terdapat kerangka manusia.

“Bila benar di dalam pesawat itu ada kerangka manusia, besar kemungkinan jenazah Pilot Mayor Laut Suwelo Wibisono,” kata Danlantamal IV.

Informasi materiil berupa dua komponen serta tentang kerangka di dalam bangkai pesawat tersebut, dinilai Laksamana Pertama TNI Among Margono sangat berharga bagi keluarga besar TNI AL agar jenazah almarhum dapat dikebumikan sebagaimana mestinya.

“Khusus bagi keluarga almarhum, informasi itu sangat bermakna,” katanya, yang telah mendirikan Posko di Pantai Trikora, menyiapkan bendera Merah Putih dan peti jenazah.

Menurut Laksamana Pertama TNI Among Margono, 4 Mei 1987 yang berada di bulan Ramadhan, Nomad N-22S P-817, berangkat dari Tanjungpinang ke Natuna, kemudian dari Natuna bertolak kembali menuju Tanjungpinang karena cuaca cerah.

Dalam perjalanan ke Tanjungpinang, Pilot Mayor Laut Suwelo melihat ada kapal perang Singapura. Sebagai pengemban tugas patroli maritim, Mayor Laut Suwelo bersama Kopilot Markoni mendekati kapal asing tersebut.

Akan tetapi, ketika akan menormalkan kembali ketinggian terbang, mesin pesawat Nomad mati sehingga musibah terjadi dan Mayor Laut Suwelo tenggelam bersama pesawat, sedang Markoni selamat.

Smiley face
 
Panglima TNI bertekad membangun prajurit yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 3 September 2021
Panglima TNI Raker di Komisi I DPR RI
Jum`at, 23 Juli 2021
Panglima TNI Serahkan Bantuan Tabung Oksigen dan Alkes kepada Masyarakat Papua
Selasa, 8 Juni 2021
Pekuat Pelaksanaan PPKM Berskala Mikro di Daerah, Tim Gabungan TNI dan Polri Dilibatkan
Kamis, 27 Mei 2021
Panglima TNI dan Kapolri Kembali Kunjungi Papua
Selasa, 27 April 2021
Panglima TNI Sambut Kedatangan Jenazah Kabinda Papua di Bandara